Panduan Lengkap Google Search Console untuk 2021

0
56


Bagi kamu para pengelola website, tentunya sudah tidak asing lagi dengan Google Search Console.

Search Console adalah alat gratis dari Google yang berfungsi untuk membantu pengelola atau pemilik website dalam memonitor performa organik website.

Setelah membaca artikel ini, kamu akan mengetahui apa itu Google Search Console, keuntungan untuk website, dan cara menggunakan Search Console dengan baik di website kamu.

Apa itu Google Search Console?

Google Search Console (sebelumnya bernama Google Webmasters Tool) adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memonitor organic traffic, backlink, hingga masalah-masalah teknis website yang berkaitan dengan Google.

Dengan memiliki data tentang performa website, kamu bisa mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menambah traffic ke website kamu.

Selain itu, kamu juga dapat memonitor fitur penunjang performa website seperti Core Web Vitals, Mobile Usability, AMP, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga: Apa itu Google AMP?

Cara Mendaftar Google Search Console

Berikut adalah langkah-langkah untuk mendaftarkan website kamu ke Search Console.

  1. Buka halaman Google Search Console
  2. Login dengan akun Google
  3. Pilih add property
  4. Pilih Domain
  5. Masukkan nama website
  6. Salin kode verifikasi
  7. Buka halaman penyedia domain
  8. Tempel kode verifikasi ke DNS Configuration
  9. Klik Verify

Jika berhasil, maka website kamu akan terverifikasi sebagai propertimu di Google Search Console.

Setiap penyedia domain mempunyai pengaturan tersendiri untuk lokasi DNS Configuration jadi pastikan kamu sudah mengetahui letak file yang perlu diubah. Berikut contoh tampilan DNS Config di Plesk control panel.

Kegunaan Google Search Console

Google Search Console memiliki berbagai manfaat untuk para pemilik dan pengelola website. Mulai dari memonitor traffic hingga mengoptimasi website untuk pencarian mobile.

Berikut adalah manfaat terbesar yang dapat diperoleh dari Google Search Console:

1. Menentukan Keyword Terbaik untuk Website

Salah satu fungsi paling penting dari Search Console adalah memonitor traffic dan peringkat website kamu di mesin pencari Google. Dengan memilih menu Search Results, kamu dapat melihat 4 faktor dari menu yakni: klik, tampilan, click-through rate (CTR), dan posisi website kamu pada halaman pencarian.

Dari data ini, kamu dapat menyimpulkan kata kunci apa yang paling berhasil untuk SEO dari website kamu.

2. Melihat Halaman Terbaik di Website

Setelah melihat data search results, kamu dapat menentukan halaman mana yang memiliki performa terbaik di website kamu. Gunakan informasi ini untuk menjadikan halaman tersebut cornerstone content atau konten utama.

Cornerstone content adalah istilah untuk halaman-halaman utama dengan traffic paling tinggi di website kamu. Jika kamu sudah mengidentifikasi halaman-halaman ini, kamu dapat memasang internal link menuju cornerstone content untuk lebih mengoptimalkan traffic.

3. Mengidentifikasi Pengunjung Website

kamu dapat melihat dari mana saja pengunjung website kamu datang. Beberapa faktor yang dapat dijadikan penyaring data pengunjung di Google Search Console yakni: kata kunci pencarian, halaman yang dituju, perangkat pengunjung, negara, dan tanggal.

Dengan mengetahui asal pengunjung, kamu dapat menyesuaikan langkah berikutnya. Jika sebagian besar pengunjung kamu berasal dari perangkat mobile, maka kamu harus pastikan website kamu sudah teroptimasi untuk tampilan smartphone dan tablet.

4. Mendeteksi Malware Berbahaya di Website

Jika kamu sudah mendaftarkan website kamu di Google Search Console, kamu akan mendapatkan peringatan mengenai adanya malware atau virus berbahaya di website kamu.

Fungsi Google Search Console ini sangat berguna untuk memastikan keamanan website dan pengunjung website.

Selain memberikan informasi tentang masalah keamanan website, Google Search Console juga memberikan panduan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

5. Periksa Kompatibilitas Website di Perangkat Mobile

Di tahun 2020, Google mengumumkan mobile-first indexing yang akan berlaku ke seluruh website yang ada di database mereka.  Artinya, Google akan mulai mengutamakan performa website kamu di perangkat mobile dibanding performa di desktop.

Fungsi Google Search Console lainnya adalah memeriksa halaman mana saja yang belum optimal untuk tampilan mobile beserta penyebabnya. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah mengoptimasi website untuk perangkat mobile.

6. Identifikasi dan Periksa Backlink ke Website

Backlink adalah tautan dari website lain yang menuju ke website kamu. Backlink merupakan salah satu indikator dalam menentukan reputasi website kamu di mata mesin pencari Google. Semakin berbobot sebuah backlink, maka semakin baik juga untuk meningkatkan reputasi website kamu.

Google Search Console dapat memberikan kamu data mengenai situs mana yang mempunyai backlink ke website kamu, halaman tujuan, dan jumlah tautan yang menuju ke website kamu.

7. Identifikasi Broken Link

Fungsi Google Search Console lainnya adalah mengidentifikasi borken link atau link rusak. Fungsi ini sangat berguna karena broken link adalah salah satu faktor yang merusak pengalaman pengguna (User Experience/UX) di website kamu. Kamu akan mendapatkan notifikasi saat ditemukan broken link, sehingga dapat diperbaiki sesegera mungkin.

8. Update dan Submit Sitemap

Kamu bisa juga melakukan submit sitemap atau update sitemap dari Google Search Console. Kegunaan sitemap adalah untuk membantu crawler bot Google untuk mengidentifikasi halaman-halaman di website kamu dengan lebih cepat.

Jadi, setiap kali ada perubahan struktur halaman di website kamu, jangan lupa untuk melakukan update sitemap dengan cara submit sitemap terbaru melalui Google Search Console.

Baca juga: Panduan Belajar Search Engine Optimization untuk Pemula

Cara Menggunakan Google Search Console

Agar kamu dapat memanfaatkan Google Search Console secara maksimal, berikut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan:

1. Pahami Istilah di Google Search Console

Jika kamu masih baru di dunia SEO dan digital marketing, maka beberapa istilah di Google Search Console akan terdengar asing.

Berikut beberapa istilah penting yang ada di Google Search Console:

  • Impression
    Angka yang menggambarkan frekuensi munculnya halaman-halaman dari websitemu di pencarian Google.
  • Click
    Jumlah klik yang diterima oleh halaman-halaman di website dari hasil pencarian di Google
  • Click-Through Rate (CTR)
    Perbandingan antara frekuensi halaman muncul di pencarian Google dan jumlah klik yang diterima suatu halaman.
  • Position
    Peringkat halaman-halaman di website pada hasil pencarian. Semakin tinggi, semakin baik.
  • Queries
    Kalimat, pertanyaan, atau kata kunci di mana website muncul sebagai hasil pencarian.

2. Submit Sitemap (opsional)

Sebenarnya, Sitemap bukanlah menjadi sebuah keharusan untuk menggunakan Google Search Console, dengan catatan website kamu terorganisir dengan rapih.

Selama halaman-halaman di website kamu tersambung secara logis dan masuk akal, Google akan dengan mudah menemukan semua halaman di website kamu.

Kamu dianjurkan untuk membuat sitemap jika:

  • Website kamu terdiri dari banyak halaman
  • Website kamu punya banyak halaman yang tidak terorganisir
  • Terdapat banyak konten media di website kamu
  • Website kamu masih sangat baru sehingga tidak mempunyai banyak external link

3. Cara Sambungkan Google Search Console ke Analytics

Agar kamu dapat menggunakan data dari Search Console di Google Analytics, kamu harus menyambungkan kedua alat analisa website ini.

Berikut langkah-langkah untuk menyambungkan Google Search Console dan Google Analytics:

  • Login ke akun Analytics
  • Klik menu Admin dan pilih properti
  • Klik Property Setting
  • Cari menu Search Console
  • Klik Adjust Search Console
  • Di bawah Search Console Setting, pilih tampilan laporan Search Console yang ingin digunakan di Analytics
  • Klik Save

4. Cara Melihat Performa Website di Google Search Console

Kamu dapat melihat performa website kamu di interface utama Google Search Console. Berikut adalah yang grafik menunjukkan performa website kamu secara ringkas. Grafik ini menunjukkan pembagian traffic dari haril pencarian dan discover.

Kamu bisa mengakses laporan lebih lengkap dengan mengklik open report yang berada di bawah grafik.

performance google search console

5. Cara Compare Performa Halaman di Search Console

Selain melihat performa website secara keseluruhan, kamu juga dapat membandingkan beberapa halaman secara langsung.

Tentunya hal ini akan sangat memudahkan kamu untuk melihat halaman mana yang lebih unggul, melakukan A/B testing, dan masih banyak lagi.

Begini cara melakukannya.

  • Pada halaman Google Search Console, pilih menu Search Results
  • Pilih tombol new yang berada di atas grafik
  • Pilih page, lalu klik compare
  • Masukkan URL halaman yang ingin dibandingkan

6. Cara Identifikasi Halaman dengan CTR Terbaik

Click-through rate (CTR) adalah metrik yang mengindikasikan rasio jumlah klik ke website terhadap jumlah impresi (tampilan) website kamu di mesin pencari.

Untuk melihat data ini di Google Search Console, kamu dapat mengikuti langkah-langkah ini:

  • Pada halaman Google Search Console, pilih menu Search Results
  • Aktifkan menu CTR yang berada di atas grafik
  • Akan muncuk kolom baru di menu di bawah grafik
  • Klik judul kolom CTR
  • Item paling atas adalah halaman dengan CTR terbaik

CTR search console

7. Cara Optimasi Halaman dengan CTR Rendah di Search Console

Jika kamu sudah mengetahui halaman dengan CTR tertinggi, kamu juga dapat melihat halaman dengan CTR paling rendah. Cara yang perlu dilakukan sama, hanya saja kamu perlu mengurutkan CTR dari kecil ke besar dengan klik kolom CTR 2 kali.

Kamu dapat melakukan beberapa cara untuk meningkatkan CTR:

  • Mengoptimasi judul halaman agar lebih menarik perhatian target pembaca kamu
  • Tawarkan manfaat jelas dari halaman tersebut seperti: “Panduan Lengkap Google Keyword Planner”
  • Gunakan judul singkat (< 60 karakter)
  • Gunakan bahasa yang baik, jelas dan benar di judul halaman

Baca juga: Panduan Lengkap Penggunaan Google Keyword Planner

8. Cara Menemukan Masalah Indexing di Website

Indexing adalah proses pendaftaran sebuah halaman atau website ke dalam koleksi halaman di yang akan ditampilkan oleh mesin pencari. Pada saat kamu selesai mempublikasikan halaman baru, sesekali akan terjadi masalah indexing di mana halaman tersebut belum terdaftar ke database mesin pencari.

Kamu dapat mengidentifikasi masalah-masalah ini melalui Google Search Console dengan cara sebagai berikut:

  • Pada halaman Google Search Console, pilih menu Coverage
  • Periksa menu dengan judul Error pada grafik
  • Halaman yang mengalami error akan muncul di bagian bawah grafik

masalah indexing search console

9. Cara Ajukan Indexing Halaman

Jika kamu menemukan halaman yang belum ter-index oleh Google, kamu dapat mengajukan permintaan kepada robot pencari Google untuk meng-index halaman tersebut.

Berikut langkah-langkah untuk request indexing di Google Search Console:

  • Pilih menu URL Inspection
  • Masukkan URL yang ingin di-index
  • Klik tombol request indexing

request indexing Google

10. Cara Melihat Mobile Usability

Kamu juga dapat memeriksa apakah website kamu sudah dapat ditampilkan dan digunakan dengan baik pada perangkat mobile dengan Search Console. Kamu dapat melihat data ini di bawah menu enhancements di halaman utama Search Console.

Dengan data ini, kamu dapat memonitor halaman mana saja yang masih mempunyai permasalahan tampilan pada perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

mobile usability search console

11. Cara Identifikasi dan Perbaiki Masalah Mobile Usability

Setelah mengidentifikasi masalah mobile usabilty, kamu dapat memutuskan apa yang perlu dilakukan untuk memperbaikinya. Di contoh ini, kami memiliki 2 jenis masalah:

masalah mobile usability

  • Clickable elements too close together: item yang dapat diklik terlalu terkelompok, memungkinkan untuk terjadinya kesalahan saat memilih.
  • Content wider than screen: konten pada halaman tidak dapat ditampilkan secara menyeluruh pada perangkat mobile.

Kamu juga dapat memeriksa halaman mana saja yang mengalami permasalahan-permasalahan mobile usability dengan memilih jenis masalah yang dihadapi.

12. Cara Memantau Data Google Discover

Google Discover adalah fitur khusus untuk aplikasi Google di perangkat mobile yang ditujukan untuk menampilkan konten yang relevan dengan pengguna.

Kamu dapat melihat data ini pada dengan memilih menu Discover di bawah menu Performance. Google Discover memerlukan halaman yang sudah teroptimasi untuk konten Accelerated Mobile Page (AMP).

Jadi, pastikan website kamu sudah memiliki pengaturan AMP ya.

Google Discover search console

 

Baca juga: Panduan Lengkap Instalasi Plugin AMP WordPress

13. Cara Memonitor Hasil Optimasi di Search Console

Setelah melakukan berbagai langkah optimasi untuk website, tentunya kamu ingin mengetahui apakah perubahan-perubahan tersebut membawa dampak positif atau justru menurunkan performa website.

Kamu dapat memonitor hasil hal optimasimu dengan cara membandingkan performa satu halaman pada dua periode waktu yang berbeda. Berikut cara melakukannya:

  • Pada halaman Google Search Console, pilih menu Search Results
  • Pilih tombol new yang berada di atas grafik
  • Klik page, lalu masukkan URL halaman yang sudah dioptimasi
  • Pilih tombol date yang berada di atas grafik, lalu klik compare
  • Masukkan tanggal sebelum perubahan dan tanggal setelah perubahan

Di contoh ini kami memonitor perubahan salah satu artikel di blog selama 7 hari terakhir dibandingkan 7 hari sebelum perubahan.

perbandingan page search console

14. Cara Cek dan Perbaiki Masalah Keamanan

Keamanan situs adalah salah satu kunci untuk meningkatkan traffic website kamu. Jika website kamu terdeteksi mempunyai malware yang berbahaya untuk pengunjung, maka Google akan menampilkan pesan ‘connection not secure‘ atau bahkan menutup akses ke website kamu.

Untuk menghindari hal ini, lakukan pemeriksaan masalah keamanan secara. Kamu dapat memeriksa masalah keamanan pada website dengan langkah berikut:

  • Buka Search Console
  • Pilih menu Security & Manual Actions
  • Pilih Security Issues

15. Cara Monitor dan Filter External Backlink

Semakin berbobot website yang memberikan link ke website kamu, semakin baik reputasi website kamu di Google. Sebaliknya, jika website yang memberikan link ke website kamu mempunyai reputasi buruk, maka kamu perlu melakukan langkah disavow untuk ‘menolak’ backlink tersebut.

Kamu dapat memonitor backlink di search console dengan memilih menu links pada menu samping Search Console.

monitor backlink search console

Simpulan

Google menyediakan Search Console untuk mempermudah pemilik website dalam memonitor segala sesuatu tentang website mereka. Berbagai hal bisa dicapai dengan tool ini, mulai dari memantau traffic website hingga menyelesaikan masalah keamanan website.

Tentunya performa website kamu ditentukan oleh banyak hal selain optimasi untuk search engine, termasuk kualitas server-nya. Jadi, pastikan kamu pilih web hosting terbaik agar website kamu semakin berjaya di halaman pertama Google.





Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here