7 Langkah Membuat Storyboard Video untuk Marketing

0
69


Di jaman sekarang, content marketing sudah tidak hanya terbatas pada artikel, website, dan ebook. Konten video adalah salah satu konten terpopuler yang sudah menjadi pusat perhatian berbagai brand untuk menjadi media pemasarannya.

Popularitas konten video sebagai media pemasaran bukan tanpa sebab. Menurut HubSpot, 84% orang membeli produk atau jasa setelah menonton video dari sebuah perusahaan.

Baca juga: Tips SEO: Strategi Visual Content Marketing 2018 

Kamu mungkin sudah berencana membuat konten video sebagai bagian dari strategi pemasaran. Tapi sebelum kamu mulai merekam dan membuat video, ada baiknya kamu memikirkan rancangan awal video kamu agar mempermudah proses pembuatannya.

Kamu dapat menggunakan sebuah storyboard untuk menggambarkan adegan-adegan yang ingin kamu buat di video kamu, sehingga pada saat proses produksi, kamu sudah tahu apa yang ingin direkam.

Di artikel ini, kita akan membahas mengenai pengertian storyboard, kegunaannya, dan langkah-langkah pembuatannya.

Apa Itu Storyboard Video?

Storyboard adalah sebuah outline visual untuk sebuah video yang berguna untuk memudahkan proses pengambilan gambar dan produksi video. Pada umumnya, storyboard terdiri dari gambar thumbnail yang merepresentasikan adegan-adegan di dalam video dari awal hingga akhir.

Setiap slide pada sebuah storyboard biasanya dilengkapi dengan catatan dan caption untuk mempermudah anggota tim produksi untuk memahami apa yang dimaksudkan dari gambar tersebut.

gambar: blogbertos.com

Manfaat Membuat Storyboard Video

Storyboard dalam pembuatan video bukanlah sebuah keharusan, tetapi storyboard dapat membantu proses pembuatan video menjadi lebih efektif dan cepat. Berikut ini adalah beberapa manfaat membuat storyboard untuk proses pembuatan video.

  • Membantu mengorganisir ide cerita

    Membuat storyboard video membantu kamu dalam mengatur dan menata ide-ide yang terbesit dari pikiran kamu, atau hasil dari brainstorming. Dengan storyboard kamu dapat memvisualisasikan ide-ide tersebut dan menatanya dengan urutan yang mudah untuk dimengerti.

  • Meningkatkan efektifitas waktu produksi

    Dalam proses pembuatan sebuah video, kamu diharuskan untuk memperhatikan banyak banyak detail kecil yang berperan besar. Selain itu, dengan storyboard kamu dapat memperkirakan berapa lama satu adegan akan direkam atau dibuat, yang nantinya dapat mempersingkat waktu pembuatan video.

  • Menyelaraskan pemikiran dengan anggota tim

    Pada saaat kamu membayangkan bagaimana visualisasi sebuah video, belum tentu orang lain memiliki gambaran yang sama. Dalam hal ini, storyboard sangat membantu dalam mengkomunikasikan idemu secara visual kepada anggota tim lainnya.

  • Menyederhanakan proses produksi video

    Proses pembuatan video dapat menjadi berliku dan penuh tantangan. Dengan membuat storyboard sebelum mulai produksi, kamu akan memiliki konsep dasar yang dapat diikuti selama proses produksi. Dengan demikian, kebingungan-kebingungan dan kerancuan yang ada selama proses produksi video dapat diatasi dengan merujuk kembali ke storyboard.

Baca juga: Video SEO (8 Tips Menaikkan Rank Video)

Panduan Membuat Storyboard untuk Konten Video Marketing

Membuat storyboard tidak sesulit yang kamu bayangkan. Kamu tidak perlu menjadi seseorang yang desainer atau seniman lukis untuk menggambar sebuah storyboard. Kamu cukup menggambar sketsa dengan coretan-coretan berisi komponen utama dalam frame, alur cerita, penataan latar belakang, dan sedikit penjelasan tekstual.

Ada 7 langkah penting yang pada umumnya dilakukan dalam membuat storyboard. Mari kita bahas lebih lanjut.

Tentukan tujuan dari video

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan dari pembuatan video tersebut. Setiap tujuan akan memerlukan penyusunan cerita dan pembuatan storyboard yang berbeda.

Apakah kamu ingin meningkatkan penjualan? Atau memperluas brand awareness? Untuk meningkatkan penjualan, kamu harus memamerkan segala kelebihan dan keuntungan produk kamu. Sedangkan untuk meningkatkan brand awareness, kamu harus menggunakan konsep video yang menarik perhatian, memancing interaksi, dan memicu satu emosi tertentu.

Brainstorming Ide

Setelah menentukan tujuan video, kamu bisa mulai mengumpulkan ide-ide kamu atau berdiskusi dengan rekan setim.

Tulis semua ide yang muncul, baik ide yang bagus maupun ide yang kurang menarik. Dengan memiliki semua catatan ide, kamu akan lebih mudah memilah ide mana saja yang berpotensi, dan ide mana saja yang sebaiknya tidak ditelusuri lebih lanjut.

Rencanakan Alur Cerita Video

Setelah kamu menentukan ide mana saja yang akan digunakan untuk video kamu, mulailah merencanakan alur cerita video. Tentukan bagian awal, tengah, dan akhir video serta transisi antar adegan.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan alur cerita yang halus dan menarik yang memiliki emotional hook atau daya tarik emosional.

Biasanya, video dengan tujuan pemasaran memiliki alur cerita yang sederhana dengan daya tarik emosional. Untuk menciptakan video yang baik, kamu dapat menggunakan tema-tema yang relevan dengan target penonton kamu.

Membuat Sketsa Storyboard

Sekarang saatnya untuk mulai mengubah ide kamu menjadi gambaran visual. Gambarlah serangkaian kotak di selembar kertas atau ambil template storyboard gratis.

Jangan lupa untuk memberikan ruang untuk catatan, lalu kamu hanya perlu membuat sketsa video selayaknya sebuah komik.

Untuk membuat storyboard, menggambar dengan tangan adalah cara tercepat dan paling akurat untuk memvisualisasikan ide kamu. Kualitas dan estetika gambar bukanlah prioritas, hal yang terpenting adalah mengubah ide kamu menjadi visual yang dapat dimengerti.

storyboard video

Tambahkan Teks Deskripsi

Jika kamu sudah membuat elemen visual storyboard, sekarang saatnya kamu menuliskan deskripsi masing-masing panel agar lebih mudah dimengerti. Kamu juga dapat menggunakan skrip voiceover atau dialog, tergantung bagaimana kamu ingin menarasi video tersebut.

Tambahkan beberapa catatan terkait detail adegan untuk setiap panel di storyboard kamu untuk memperjelas apa yang sedang terjadi dan memberikan informasi tambahan yang kamu perlukan selama produksi.

Meminta Saran Orang Lain

Jika kamu tidak bekerja sendiri dalam pembuatan video, ada baiknya kamu meminta saran dari rekan satu tim. Draft awal storyboard memberi kamu peluang bagus untuk mendiskusikan unsur kreatif pada video, mengatasi masalah, dan memastikan bahwa hasil akhirnya dapat mencapai tujuan awal kamu membuat video.

Revisi Storyboard

Revisi adalah salah satu bagian terpenting dari proses storyboard. Daripada melihat revisi sebagai tugas tambahan, anggaplah revisi sebagai kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai pendekatan dan buat storyboard menjadi lebih baik.

Kamu sebaiknya juga bekerjasama dengan orang lain di luar tim kamu selama proses revisi agar dapat saling memberi masukan dan menemukan kesalahan sebelum memulai produksi.

Baca juga: 5 Cara Agar Peringkat Video YouTube Anda Tinggi

Simpulan

Jika kamu ingin membuat video baik untuk bisnis kamu, storyboard adalah langkah penting yang sebaiknya diambil. Membuat storyboard dapat membantu kamu untuk menciptakan alur cerita yang menarik dan memancing reaksi untuk video kamu.

Dengan konten yang bagus, maka kamu juga akan dapat menciptakan impresi yang baik untuk bisnismu. Selain itu, pastikan kamu menggunakan layanan web hosting terbaik yang cepat, aman, dan dapat diandalkan dari Dewaweb untuk meningkatkan reputasi bisnismu di mata pelanggan dan klien.





Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here