Kenali 5 Serangan Hacker pada Website


Mengelola website memang tidak selalu mudah. Ada saja halangan seperti kendala atau eror pada website hingga serangan peretas (hacker) yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kamu wajib kenali setidaknya 5 serangan hacker yang sering terjadi di website berikut. Simak pembahasannya di bawah ini.

5 Serangan Hacker pada Website

Sebelum mengetahui bagaimana kamu dapat memperbaiki website yang eror atau mengalami suatu kesalahan, kamu perlu mengenali serangan hacker terlebih dulu agar dapat mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat untuk memperbaiki website yang eror. Berikut ini adalah kelima serangan hacker yang sering terjadi di website:

DDoS Attack

DDoS attack (Distributed-Denial-of-Service attack) adalah serangan yang dilakukan secara bertubi-tubi ke target korban. Serangan ini bisa berupa ping, atau permintaan koneksi. Dampaknya, server menjadi overload dan tidak bisa diakses. Bagaimana tidak, pengunjung atau visitor asli jadi terhambat karena ada serangan tersebut, lalu resource akan naik dan mencapai limit server.

Serangan ini termasuk dalam serangan website yang berbahaya, karena tidak hanya Transmission Control Protocol (TCP) saja, melainkan juga User Datagram Protocol (UDP) yang dapat diserang. DDoS Attack juga bisa menyerang port-port yang diincar atau ditargetkan secara khusus.

Baca Juga: Apa Itu Phising, Jenis-jenis hingga Cara Mengatasinya

Brute Force Attack

Serangan yang satu ini dilakukan dengan cara melakukan request secara bertubi-tubi ke website. Bedanya dengan DDoS, brute force attack biasanya berupa percobaan login secara berulang-ulang menggunakan username dan password yang dicocokkan satu per satu dalam suatu wordlist.

Dampaknya, jika username dan password berhasil ditebak, penyerang dapat segera mengakses dashboard admin website. Oleh karena itu, serangan ini termasuk critical, karena jika peretas berhasil menembus dashboard admin, kemungkinan mereka melakukan perubahan pada pengaturan atau konten di website-mu. Akhirnya, hal ini akan merepotkan developer atau pengelola website.

Bug CMS/Framework

Serangan hacker selanjutnya adalah bug CMS/framework, yaitu eksploitasi bug atau celah pada CMS/framework. Serangan bug ini bisa diperbaiki dengan cara memperbarui versi CMS atau framework yang digunakan, dengan begitu hacker tidak mendapatkan pintu untuk melakukan atau mengeksekusi celah tersebut.

Dampak bug CMS/framework ini adalah jika peretas mengetahui bug dan melakukan eksploitasi, kemungkinan terburuknya website-mu akan dipasangi atau disisipi backdoor shell yang dapat mengakses seluruh fungsi pada website, backdoor shell ini biasanya ditaruh di file manager cPanel.

Serangan ini cukup berbahaya, karena jika website-mu berhasil disusupi backdoor shell, file backdoor tersebut akan sulit dicari. Sederhananya, peretas akan memiliki “pintu rahasia” untuk mengakses website tanpa kamu sadari.

ilustrasi serangan hacker backdoor

Baca Juga: 7 Alasan Website Mudah di Hack

Inject Malware

Inject malware adalah serangan yang memungkinkan peretas (hacker) mengeksekusi script malware yang telah disisipi di salah satu file yang kamu unggah ke website. Biasanya, inject malware terjadi karena kamu menggunakan plugin atau nulled theme (gratis) atau bajakan yang di-download dari website tidak resmi.

Dampaknya, inject malware akan membuat beberapa file core website disisipi script malware yang berbahaya. Begitu ada request yang dilakukan di browser, script malware akan berjalan di background website dan kemungkinan terburuknya, dapat merekam data pengunjung.

Inject malware merupakan serangan yang lumayan berbahaya, karena peretas akan membuat “sarang” di File Manager sehingga kamu perlu membersihkan satu per satu file yang berpotensi terkena inject malware.

Email Spamming dan Scamming

Dua serangan hacker yang terakhir ini turut melibatkan email, yaitu spamming dan scamming.

Email Spamming

Email spamming adalah serangan yang memungkinkan peretas melakukan pengiriman email secara bertubi-tubi, alias spam. Spamming ini bisa berupa pengiriman email keluar (outgoing email) atau penerimaan email (incoming email). Hal ini bisa sangat mengganggu email website hingga reputasi website-mu.

Email Scamming

Email scamming adalah serangan pengiriman email ke target korban dengan format menyerupai email resmi untuk meminta data pribadi seperti kartu kredit atau nomor rekening bank. Saat korban memasukkan data-data kartu kredit atau bank nasional, maka peretas akan langsung mengambil alih data, seperti kejadian carding, yaitu menggunakan kartu kredit curian untuk bertransaksi atau belanja.

Biasanya email spamming yang keluar (outgoing email) diakibatkan karena ada malware yang bersarang dan malware tersebut memiliki script yang bisa menjalankan perintah pengiriman email bertubi-tubi (spamming).

Baca Juga: 5 Cara Penting Melindungi Website dari Serangan Hacker

Email spamming dan Email scamming termasuk serangan yang cukup critical, karena bisa berbahaya untuk aktivitas email, terlebih pada email dengan akhiran domain website.

Simpulan

Itulah 5 serangan hacker yang wajib kamu kenali agar kamu waspada dan meningkatkan keamanan lebih ketat pada website-mu. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk melindungi website dari serangan hacker adalah dengan memperbarui sistem keamanan website secara berkala, lebih berhati-hati ketika menginstal plugin, dan pelajari serangan apa saja yang dapat menyerang website-mu.

Selain itu, pastikan juga kamu menggunakan hosting yang tak hanya cepat tapi juga aman agar website-mu selalu bisa diandalkan. Demikian artikel ini, jangan sungkan untuk meninggalkan ide-ide topik yang ingin kamu baca di blog Dewaweb. Semoga artikel ini membantu, salam sukses online!





Sumber

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,763FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles