Tutorial Melakukan Benchmark pada Moodle untuk Performa Website

0
43


Moodle adalah singkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment, yaitu salah satu LMS open source terbaik untuk kebutuhan e-learning. Selain gratis dan mudah dimodifikasi, Moodle juga mudah diinstal melalui Softaculous Apps Installer dan bisa langsung one-click-install. Artikel ini akan membahas mengenai melakukan benchmark pada Moodle.

Baca Juga: Website 101; Softaculous

Moodle

Moodle adalah salah satu jenis Content Management System (CMS) yang ditujukan untuk kegiatan e-learning sehingga dinamai Learning Management System (LMS). Ada dua dashboard yang digunakan di LMS Moodle, yaitu untuk pengajar (guru atau dosen) dan murid. LMS ini memungkinkan pengajar untuk menambahkan materi daring, membuat kuis, forum, atau assignment (tugas).

Baca Juga: Cara Install Moodle di VPS CentOS 7

Melakukan Benchmark pada Moodle

Benchmarking biasanya dilakukan untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi, tapi tak menutup kemungkinan kegiatan benchmark dilakukan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan performa website. Sebelum melakukan benchmark di Moodle, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan, yaitu:

  1. Memiliki akun hosting atau VPS yang aktif.
  2. Sudah terinstal Moodle.

Setelah itu, ikuti langkah-langkah untuk benchmarking Moodle berikut ini.

  1. Login ke Moodle sebagai Administrator

    Akses dashboard Moodle menggunakan username dan password Administrator yang memiliki kewenangan untuk melakukan perubahan di website.

  2. Unduh plugin Benchmark

    Setelah itu, unduh plugin Moodle Benchmark dari website resmi Moodle.

  3. Instal Plugin

    Usai plugin terunduh, lakukan instalasi dengan mengklik Site Administration -> Plugins -> Install Plugins. Kemudian drag atau select file benchmark yang sudah diunduh tadi lalu klik Install Plugins from the ZIP File dan tunggu beberapa saat hingga muncul output seperti berikut:

    Install plugin from ZIP file
    Validating report_benchmark ... OK
    Validation successful, installation can continue.

    Kemudian klik lanjutkan atau Continue.

  4. Cek Server

    Kemudian akan muncul server checks pada Current Release Information, kamu perlu mengubah dan menyesuaikannya informasi ini sesuai dokumentasi yang ada pada Current Release Information.

Database

Pada screenshot di atas, ada informasi bahwa kamu harus mengubah file config.php dari ‘mysql’ ke ‘mariadb’. Hal ini karena Dewaweb sudah menggunakan database yang diperbarui dengan MariaDB sedangkan MySQL sudah outdated dan support atau dukungannya akan segera berakhir.

Kunjungi cPanel -> File Manager -> Directory Moodle -> Edit pada config.php. Setelah itu ubah value pada ‘dbtype’.

Sebelumnya: 

$CFG->dbtype    = 'mysqli';

 

Sesudahnya:

$CFG->dbtype    = 'mariadb';

 

Character set

Gambar di atas menginformasikan bahwa database yang kami gunakan menggunakan character set ‘utf8’ sedangkan character set yang direkomendasikan dan diwajibkan adalah character set ‘utf8mb4’. Inilah langkah benchmark Moodle selanjutnya, yaitu kamu harus mengubah character set dengan cara di bawah ini.

Maka, kunjungi cPanel -> phpMyAdmin -> pilih Databasenya -> Operations -> pada Collation, ganti dengan ‘utf8mb4_general_ci’ beri tanda centang pada “Change all tables collations” dan “Change all tables columns collations” lalu klik Go. Jika sudah selesai semua, klik Continue pada Current Release Information di paling bawah.

Plugins Check

benchmark step upgrade moodle database

Klik pada “Upgrade Moodle database now” dan akan muncul pernyataan seperti ini.

 

report_benchmark

Success

 

Setelah itu klik Continue.

5. Test Benchmark

Setelah plugin Moodle Benchmark selesai terinstalasi, lakukan test benchmark. Caranya, klik Site Administration -> Reports -> Benchmark -> Start the Benchmark. Tunggu beberapa saat hingga muncul detail Benchmark Score seperti pada gambar berikut.

Tampilan di atas adalah hasil dari benchmark pada server atau hosting yang kamu gunakan untuk Moodle.

Baca Juga: Mengubah Bahasa Moodle menjadi Bahasa Indonesia

Simpulan

Jika diikuti dengan benar, seharusnya kini tindakan benchmark pada Moodle sudah berhasil. Kamu perlu melakukan benchmark untuk mengetahui Benchmark Score yang didapatkan, semakin kecil angka yang ditampilkan berarti semakin bagus performa website-mu.

Setelah mengetahui bagaimana meningkatkan performa Moodle di website, kini kamu bisa segera menggunakan Moodle untuk kegiatan e-learning. Silakan hubungi Dewaweb infokan jumlah siswa yang akan login sekaligus untuk mendapatkan paket khusus cloud hosting untuk CBT & e-learning. Disebut khusus karena konfigurasi dan keamanan server website akan dikelola oleh Dewaweb sehingga kamu bisa fokus pada pengelolaan Moodle saja.

Keuntungan lain dengan menggunakan hosting di Dewaweb adalah aplikasi Moodle kamu akan ditempatkan di data center terbaik di Indonesia (Equinix DCI) dengan kapasitas unlimited bandwidth dan konfigurasi cloud server yang sudah dioptimalkan sehingga website e-learning bisa menangani ribuan siswa yang login sekaligus.

Demikian artikel tentang benchmark di Moodle ini, jangan sungkan untuk meninggalkan ide-ide topik yang ingin kamu baca di blog Dewaweb. Semoga artikel ini membantu, Sahabat Dewaweb. Salam sukses online!





Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here