5 Cara Melesatkan Bisnis dengan Brand Identity yang Kuat


Bagaimana cara Anda bisa mengenali seseorang? Mungkin saja dari gaya bicaranya, warna rambut dan mata, postur tubuh, bahkan suaranya? Bagaimana dengan bisnis? Mari kita bahas tentang brand identity.

Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan cara melihat sebuah merek. Apa yang terlihat dari suatu brand, akan menentukan penilaian positif atau negatifnya brand tersebut.

Itu mengapa brand identity atau identitas brand amat penting untuk bisnis Anda. 

Selain agar dapat dikenali, brand identity juga menentukan seperti apa sih brand kita akan dikenal

Dengan tujuan sepenting itu, membangun brand identity tentu memiliki cara-cara khusus, dan akan kita pelajari di artikel ini. 

Apa itu Brand Identity?

Brand identity adalah elemen atau hal-hal yang terlihat dari suatu merek. Misalnya, logo, warna, desain, gaya tulisan, dan lain-lain.

Semua elemen kasat mata tersebut digunakan agar orang-orang dapat mengidentifikasi bisnis Anda. Contoh brand identity yang paling simpel, seperti:

Q : Tahu gak layanan hosting yang ngasih domain gratis? Itu tuh yang biru-biru warnanya

A: Oh, Niagahoster?

Nah, brand identity ini berguna untuk membuat kesan merek yang khas dan siapapun dapat membedakannya dengan merek lain. 

Gak mau dong ya bisnis Anda disama-samakan dengan bisnis lain, apalagi dengan kompetitor?

Manfaat Membangun Brand Identity

Kalau ditanya apa pentingnya sih brand identity? Maka jawabannya, sangat penting. 

Selain menjadi cara agar dikenali pelanggan, berikut manfaat brand identity yang dapat Anda rasakan.

1. Menyebarkan Brand Awareness

Dengan konsistensi identitas brand, pelanggan dapat mengenal dan familiar dengan brand Anda. Brand identity bisa dibilang sebagai langkah awal agar konsumen dapat mengidentifikasi brand Anda (brand awareness).

Fase mengenal : “Oh ada ternyata Niagahoster itu layanan penyedia hosting, toh.”

Hingga…

Fase awareness : “Niagahoster itu penyedia layanan hosting terbaik di Indonesia, semua hostingnya terkenal cepat dan aman!”

Hal itu dapat Anda lakukan dengan membuat identitas brand yang unik, khas, dan mudah diingat. Itu semua dapat Anda pelajari di artikel ini, jadi baca sampai habis ya.

2. Sarana Bersaing dengan Kompetitor

Karena dapat membuat model promosi apapun dengan brand identity, maka Anda dapat memaksimalkan penggunaan identitas brand dalam setiap hal, agar tercipta awareness yang makin kuat.

Misalnya, dengan membuat desain web yang khas, merchandise atau souvenir dengan identitas brand, dan sebagainya. Intinya, suguhkan identitas ke setiap konsumen, baik melalui layanan maupun produk.

3. Membangun basis pelanggan yang loyal

Jika sudah memiliki brand awareness yang kuat, kemungkinan pelanggan akan meningkat pun semakin besar. Loyalitas pelanggan ini bisa didorong oleh lima faktor brand awareness, yaitu:

  • Anggapan bahwa produk Anda bisa diandalkan;
  • Produk Anda dinilai memiliki kualitas yang baik;
  • Keberadaan media sosial makin membuat familiar;
  • Pelayanan dan produk brand membuat pelanggan senang;
  • Menggugah konsumen hingga terinspirasi dengan visi brand.

4. Cabang bisnis mudah diterima

Karena identitas merek juga sudah dikenal, apalagi secara online, maka untuk ekspansi pun akan lebih mudah dijalankan sehingga bisnis bisa lebih besar.

Penyebaran identitas brand secara online dapat menyentuh lebih banyak orang di berbagai tempat. Sehingga jika suatu saat Anda ingin membuka cabang baru, offline store, reseller atau afiliasi, tidak diperlukan ekstra effort untuk marketing.

5 Cara Membangun Brand Identity

Membuat brand identity memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Diperlukan waktu, tenaga, dan strategi khusus agar identitas brand sejalan dengan karakter bisnis, hingga manfaat brand identity bisa dirasakan.

Sebelum mendesain brand, terdapat beberapa langkah-langkah atau strategi yang harus dilakukan, seperti:

  1. Memastikan strategi branding;
  2. Mengenali buyer persona;
  3. Mengidentifikasi kompetitor;
  4. Melakukan audit brand;
  5. Merefleksikan identitas brand.

Tanpa berlama-lama, yuk kita bahas satu per satu.

1. Tuntaskan Strategi Branding

Brand identity merupakan bagian dari strategi branding Anda. Secara garis besar terdapat tiga pe-er branding yang harus Anda kerjakan, yaitu:

  • Inti brand – Tentukan dasar-dasar dari brand seperti, visi dan misi, tujuan brand, value yang dimiliki, dll. Ini berguna sebagai dasar pijakan dari proses branding selanjutnya.
  • Pesan Brand – Tunjukkan apa yang ingin disampaikan oleh merek Anda. Misalnya dengan tagline, karakter brand, value proposition atau manfaat apa yang akan diterima konsumen, dll.
  • Identitas Brand – Bagaimana brand Anda ingin dikenal. Gunakan logo, warna, tipografi, dan selengkapnya akan dibahas di artikel ini.

Cara:

Pertama-tama, pastikan poin inti brand dan pesan brand sudah sudah terselesaikan. Hal ini agar brand identity memiliki pondasi yang kuat. 

Contoh:

Niagahoster memiliki beberapa di atas seperti, visi misi, company value, tagline, karakter brand, dan value proposition berupa layanan yang diberikan.

Semuanya tertulis dalam halaman Tentang Kami di website Niagahoster yang menjadi salah satu contoh brand identity.

Baca juga: Pebisnis Wajib Tahu! Tips Membuat Tagline yang Menarik Pelanggan

Setelah itu, kita dapat masuk ke poin selanjutnya yaitu brand identity dengan melanjutkan ke tahap berikutnya.

2. Kenali dan Pahami Buyer Persona 

Membuat buyer persona sama halnya dengan membuat gambaran pelanggan. Hal ini dapat membantu seperti apa pendekatan yang paling maksimal untuk menggaet konsumen.

Sesimpel, siapa sih yang akan Anda hadapi? Dan brand Anda harus terlihat seperti apa di hadapan para konsumen?

Misalnya, target pasar Anda didominasi anak muda, Anda bisa menggunakan warna-warna yang menyala, atau mendesain web yang “kekinian banget”, bahkan sah-sah saja memakai aku-kamu sebagai bahasa bisnis.

Selain itu, buyer persona juga akan membantu Anda untuk:

  • Menyesuaikan produk atau layanan;
  • Mengembangkan strategi marketing;
  • Peluang membuat produk atau layanan baru;
  • Menentukan brand identity.

Hal itu karena identitas brand harus cocok dengan masing-masing karakter buyer. Agar merek bisa lebih diterima dan dipercaya.

Cara:

  • Buat profil pelanggan yang seolah-olah nyata. Misalnya, latar belakang pendidikan, demografis, karakter, kebiasaan berbelanja, dll.
  • Kenali masalah pelanggan atau pain points.
  • Identifikasi tujuan pelanggan atau customer goals.
  • Ciptakan karakter brand.

Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat mengikuti Cara Menciptakan Buyer Persona pada artikel yang telah kami terbitkan sebelumnya.

Contoh:

Misalnya, salah satu buyer persona Niagahoster adalah pebisnis yang membutuhkan hosting untuk go online. Maka kesan yang harus ditimbulkan adalah profesional, up to date, IT expert, dll.

3. Identifikasi Kompetitor

Setelah menentukan buyer persona, kita bisa belajar untuk mengidentifikasi kompetitor terlebih dahulu sebelum membuat brand identity.

Tujuannya?

Yang pertama, untuk mencegah adanya kesan mirip apalagi menjiplak identitas kompetitor (walau tanpa sengaja). Kedua, agar dapat membuat identitas “naik level” alias setingkat lebih unggul dibanding lawan bisnis.

Cara:

  • Bandingan secara visual brand kompetitor. Seperti logo, warna dominan, tipografi, dll. 
  • Cari letak kesamaan antar kompetitor.
  • Identifikasi poin perbedaan yang bisa brand Anda gunakan.

Contoh:

kompetisi dua brand di bidang yang sama dengan warna dominan yang sama

Pasti tahu kan kedua logo di atas?

Ya, YouTube vs Netflix adalah dua contoh brand identity yang bersaing ketat dalam industri teknologi video streaming. 

Kalau kita perhatikan, keduanya ada di bidang yang sama dengan warna dominan yang nyaris sama pula. Hal itu memberi kesan identik dan mainstream (alias tidak khas lagi).

Meski adanya kemiripan pada YouTube dan Netflix, keduanya memiliki pembeda pada aspek produk, layanan, dan identitas secara keseluruhan. Seperti tipografi, logo, dll. 

brand identity yang bervariasi atau beda di bidang yang sama

Bedakan dengan jajaran ecommerce papan atas Indonesia, masing-masing memiliki ciri khasnya masing-masing kan?

Keempat platform tersebut mengusung identitas yang berbeda satu sama lainnya.

Mulai dari logo, tipografi, warna dominan, hingga desain website. Manfaat brand identity pada poin ini adalah para pengguna bisa mengidentifikasi brand lebih cepat.

4. Lakukan Audit Brand

Langkah selanjutnya adalah mengaudit brand Anda sendiri. Kenali sedalam-dalamnya brand Anda sebelum membuat brand identity. Untuk permulaan, coba ajukan beberapa pertanyaan seperti:

  • Apakah identitas bisnis yang sekarang sudah cocok dengan visi misi?
  • Apakah identitas bisnis saat ini sudah melekat dan memikat hati pelanggan?
  • Sejauh mana pelanggan akan ingat dengan brand identity kita?

Hal ini bertujuan agar Anda tahu, apakah harus melakukan rebranding atau lanjut ke tahap menetapkan brand identity.

Selain itu, audit juga perlu dilakukan sebagai bahan pertimbangan identitas seperti apa yang cocok untuk brand Anda.

Cara:

Lakukan survey atau sebar kuesioner terkait pertanyaan-pertanyaan di atas. Berikan baik ke internal tim, karyawan perusahaan, partner, bahkan pelanggan.

Setelah itu analisis data dan hasil survey, deskripsikan secara lengkap, susun segala masukan, kritik, dan saran. Lalu, ambil kesimpulan tentang keadaan identitas brand saat ini dan langkah meningkatkan brand identity.

Contoh:

contoh cara audit brand dari eksternal

Seperti hal yang dilakukan oleh KFC, Anda bisa memberikan sampel produk, diskon, atau yang lainnya sebagai daya tarik agar konsumen bersedia memberikan feedback.

5. Konsep Dasar Visual Identitas Brand

Sekarang anggap saja brand Anda sedang berkaca. Hm, kira-kira akan terlihat seperti apa ya?

Pada tahap ini, Anda harus mendapatkan gambaran atau konsep identitas brand. Namun, Anda belum bisa langsung mulai mendesain. 

Harus ada brainstorming konsep yang kuat, detail, menyeluruh, dan kreatif. Hal ini agar seluruh tim tetap dalam satu pemahaman konsep dan tidak keluar dari tujuan brand identity. 

Ringkasan inilah yang nantinya akan digunakan pada setiap proyek desain kreatif brand Anda. Misalnya, infografis, website, logo, dll.

Cara:

  • Tulis selengkap mungkin konsep brand Anda. Misalnya, judul project, ringkasan konsep, budget, timeline, detail buyer persona, goal metrik/target, inti yang ingin disampaikan melalui desain, tone bahasa dan visual, referensi desain, kompetitor sebagai pembanding, dll;
  • Anggap bahwa tim Anda tidak tahu apapun, sehingga buat detail konsep selengkap-lengkapnya;
  • Tunjukkan tantangan setiap desain, agar tim desain tahu poin yang perlu diperhatikan dalam tiap desain;
  • Buat konsep yang singkat dan cukup informasi, jangan terlalu sedikit karena tim Anda bisa saja kebingungan atau bahkan terlalu banyak informasi sehingga identitas brand nantinya akan melenceng jauh;
  • Interaksi atau briefing dengan tim untuk menyatukan pikiran.

Contoh:

Salah satu contoh brand identity adalah ketika membuat nama brand. Misalnya Niagahoster, yang terdiri dari dua kata Niaga dan Hoster

Niaga artinya bisnis, yang mengacu pada buyer persona pebisnis. Sedangkan hoster dari kata hosting, yaitu layanan yang diusung.

Dengan kata lain, Niagahoster = Penyedia layanan hosting untuk membangun kesuksesan online.

Begitu juga saat Anda membuat bagian lain dari identitas brand. Misalnya, logo, ebook, dll.

5 Identitas Brand Identity

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, saat ini kita sudah sampai pada tahap eksekusi desain brand identity. Ada beberapa hal penting yang harus ada sebagai identitas brand, yaitu:

  1. Logo
  2. Tipografi
  3. Warna Dominan
  4. Template Visual
  5. Desain Website

Kelima poin tersebut sangat penting untuk membangun identitas brand. Bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Ibarat wajah, logo adalah hal yang pertama kali dilihat oleh orang lain. Kehadiran logo membantu brand Anda lebih dikenali dan dibedakan dengan brand lain.

Maka dari itu, logo brand harus otentik dan unik, karena menjadi bagian dari bisnis yang bersifat komersial. Makanya penerapan logo harus hati-hati, kalau mirip dengan brand lain bisa dicap plagiat! Duh, seram.

Cara:

  • Cari inspirasi dengan mengumpulkan semua gambar atau visual yang mencerminkan konsep identitas brand;
  • Amati dua atau lebih gambar yang paling mendekati;
  • Ambil unsur-unsur yang mewakili value brand Anda;
  • Selanjutnya, kombinasikan atau kreasikan gambaran logo yang Anda inginkan;
  • Buat sketsa yang berisi makna logo;
  • Sesuaikan dengan warna bisnis.

Contoh:

Anda dapat membuat satu logo dari kombinasi value-value bisnis, seperti yang dilakukan oleh airbnb.

contoh makna logo sebagai brand identity

Atau…

contoh logo visual dari brand identity

Contoh lainnya yaitu Niagahoster yang memiliki tiga aspek visual dalam satu logo, yaitu:

  • Inisial “N” untuk Niagahoster;
  • Teknologi Cloud Computing (bidang bisnis);
  • Growth (isyarat terus berbenah untuk bertumbuh).

Baca juga: 6+ Cara Gratis Buat Logo Online untuk Website Bisnis

Tips: 

  • Anda dapat menggunakan bantuan website untuk membuat logo gratis;
  • Masukan value/makna/harapan yang Anda inginkan ke dalam logo;
  • Gunakan inisial brand secara tersirat;
  • Sebisa mungkin gunakan lambang yang dimodifikasi sesuai value brand;
  • Buat logo sesederhana mungkin, memorable, dan mudah digunakan di semua media promosi, media visual, merchandise, dll. 

2. Warna Dominan

Kalau sudah punya logo, tentu hambar kalau tak ada warna, bukan?

Nah, penggunaan warna sangat ampuh menambahkan karakter brand dan menjadi pembeda dari kompetitor. Karena warna akan digunakan di semua proses branding. Misalnya, logo, website, infografis, dokumen, dll.

Cara:

Di antara jutaan palette warna di dunia ini, Anda disarankan untuk memilih: 

  • 1 warna dominan/utama;
  • 2 warna primer;
  • 3-5 warna pendukung;
  • 2 warna aksen atau hiasan.

Anda dapat menentukan 1 warna utama dengan 2 warna primer yang senada.

Contoh:

Untuk contoh brand identity yang konkret berkunjung ke Niagahoster Blog. Di sana Anda akan menemukan perpaduan warna konsisten dan khas yang “Niagahoster banget”.

contoh penggunaan aspek warna di brand identity

Misalnya, warna utama biru, warna primer putih dan biru muda, warna pendukung biru tua, orange, dan abu abu, serta aksen warna hijau dan merah.

Tips: 

  • Menggunakan warna yang konsisten akan membangun image brand yang kuat dimata konsumen. 
  • Hindari menggunakan warna yang terlalu banyak dan nabrak, kecuali memang begitu tema brand Anda.

Baca juga: Menentukan Warna Efektif untuk Desain Website Anda

3. Tipografi

Pernah lihat tulisan Coca Cola berubah?

contoh tipografi khas dan timeless

Seperti gambar di atas, merek minuman bersoda tersebut bertahun-tahun tetap mempertahankan tipografi khasnya, meski logonya sering kali berubah.

Tipografi memainkan peranan penting karena digunakan di:

  • Logo;
  • Dokumen;
  • Website, seperti judul halaman, heading, subheading, dll;
  • Media branding lainnya, seperti brosur, flyer, ebook, video, infografis, dll;

Cara:

Pertama-tama, tentukan gaya yang ingin diusung. Misalnya profesional, maka gunakan font yang mudah dibaca, tidak terlalu wah

Pilih satu font utama dan maksimal dua font tambahan. Gunakan font utama untuk nama brand, judul artikel, penulisan nama acara, dll. 

Sedangkan, dua font tambahan yang satu berguna untuk membedakan tiap heading, penulisan nama orang, quote, dll. Dan yang satunya untuk body text, paragraf, isi infografis, dll.

Buat aturan tipografi. Misalnya, ukuran 15 untuk judul dan 12 untuk isi teks, warna font judul, kerapatan tulisan, dll.

Contoh:

contoh penggunaan font untuk brand identity

Perhatikan tangkapan gambar website bridestory di atas. Anda bisa mengatur rapat-longgarnya tipografi, bold untuk judul, italic untuk quote atau kalimat langsung, dll.

Tips:

  • Batasi variasi, 2 hingga 3 font adalah batas wajar pemakaian;
  • Jangan campur font yang berbeda dalam satu tulisan, tapi gunakan sebagai pembeda antara judul dan body text, dan sebagainya;
  • Hindari font yang tenar sesaat. Lebih baik gunakan font yang khas dan timeless, agar meminimalisir penggantian tipografi suatu saat;
  • Gunakan font dekoratif untuk publikasi bersifat tematik;
  • Kombinasikan dengan warna.

Baca juga: Kombinasi Font Sempurna untuk Website Anda

4. Template Visual

Demi menjaga konsistensi semua identitas brand, buatlah template visual. Hal ini digunakan sebagai petunjuk bagi para desainer saat membuat apapun yang berhubungan dengan identitas brand.

Beberapa hal yang membutuhkan template adalah:

  • Infografis;
  • Fotografi;
  • Ilustrasi;
  • Dokumen, dll;

Cara:

Buat daftar aturan desain tiap visual. Sebagai contoh, infografis. Buat aturan mengenai:

  • Font yang digunakan;
  • Grid atau layout, seperti tabel, mind map, chart, dll;
  • Ukuran minimal dan maksimal piksel;
  • Format hasil infografis, dll.

Baca juga: 7 Langkah Cara Membuat Infografis dari A-Z

Begitu juga dengan aspek lainnya. Seperti fotografi dan ilustrasi yang dapat Anda atur brightness, kontras, dll, dengan membuat filter khusus, menentukan ukuran dan yang lainnya.

Ataupun template dokumen, seperti kop surat, tanda tangan email, amplop, dan lain sebagainya. Anda dapat mengatur posisi, font, ukuran, warna, dan desain default. 

Contoh: 

contoh template visual dalam brand identity

Tips:

  • Buat core template yang dapat diunduh dan diedit oleh semua tim.
  • Pastikan seluruh visual menggunakan tipografi dan warna-warna brand yang sudah ditetapkan sebelumnya.

5. Desain Website

Anggaplah website sebagai representasi brand Anda di dunia maya. Anda bisa melakukan promosi, branding, bahkan penjualan di sana. Karena itu, tampilannya harus sangat mewakili brand.

Gunakan empat poin sebelumnya yaitu, logo, warna, tipografi, dan semua template visual ke dalam desain website. 

Cara:

Contoh:

Seperti homepage website Niagahoster, Anda dapat bebas bereksperimen dengan layout, menempatkan gambar, membuat CTA, dll.

contoh desain website yang kuat

Tips:

  • Pastikan website Anda telah memenuhi hierarki visual.
  • Gunakan website builder agar lebih mudah dalam mendesain.
  • Silakan berkreasi! Agar brand dapat menonjolkan ciri khasnya di website.

Bagaimana Brand Anda Ingin Dikenal?

Brand identity memang tidak bisa dibangun dalam semalam. 

Anda perlu riset yang mendalam, mengenali siapa target bisnis Anda, mengidentifikasi kompetitor agar membuat identitas yang lebih baik, mengaudit internal bisnis, dan menuangkannya pada identitas brand.

Namun, setidaknya Anda sudah menemukan penjelasan cara membangun brand identity di sini.

Mulai dari komponen identity seperti logo, warna dominan, tipografi, template visual, dan desain website, sampai dengan contoh brand identity dan tips jitunya. 

Sekarang, saatnya Anda yang beraksi membangun identitas brand. Karena seperti apa brand Anda dikenal, itu ada di tangan Anda.

Anda bisa menempatkan semua identitas bisnis di sebuah website. Nah, semuanya bisa Anda bangun di Niagahoster, yang bisa menjadi “rumah” bagi website Anda!

Bangun Identitas Brand dengan Website Sekarang!



Sumber

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,763FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles