Panduan Dasar Penggunaan Mikrotik CHR bagi Pemula


Mikrotik seringkali diperlukan untuk mempermudah pengelolaan jaringan. Selain karena fiturnya lengkap, GUI (Graphic User Interface) yang dimiliki juga sangat user-friendly. Di artikel ini kamu akan mempelajari panduan dasar penggunaan Mikrotik CHR.

Mikrotik CHR

Mikrotik Cloud Hosted Router atau disingkat Mikrotik CHR adalah versi RouterOS yang didesain khusus agar sebuah perangkat komputer dapat dijalankan secara virtual di Virtual Machine (VM). CHR menggunakan arsitektur x86 64-bit dan bisa digunakan pada sebagian besar hypervisor, seperti VMWare, HyperV, atau VirtualBox.

Mikrotik CHR sama seperti RouterOS biasanya, kecuali level lisensinya. Tapi tenang saja, kita tetap bisa menggunakan CHR dengan lisensi gratis, walaupun kecepatan traffic dengan lisensi gratis hanya akan dibatas pada 1 Mbit per interface.

Panduan Dasar Mikrotik CHR

Sebelum memulai panduan dasar Mikrotik CHR, kamu wajib memenuhi persyaratan berikut:

  • Memiliki VPS yang sudah ter-install Mikrotik CHR. Jika belum, kamu bisa melakukan instalasi dari artikel Dewaweb, untuk CentOS 7 dan CentOS 8.
  • Memiliki aplikasi dan akses ke Winbox.

Panduan dasar Mikrotik CHR yang pertama, yaitu kamu perlu menyambungkan ke Mikrotik CHR menggunakan Winbox terlebih dulu. Kemudian tampilannya akan seperti pada gambar berikut.

Baca Juga: Panduan Dasar Text Editor Atom, Sublime, Notepad++

1. Mengganti Password Mikrotik

Jika kamu baru melakukan instalasi Mikrotik CHR, langkah yang wajib dilakukan setelah itu adalah mengganti password Administrator Mikrotik CHR untuk mengamankan Mikrotik CHR kamu. Kunjungi menu System, lalu pilih Password. Kosongkan bagian Old Password karena sebelumnya tak ada kata sandi yang diatur. Setelah menentukan dan mengonfirmasi password baru, klik Change.

2. Menambahkan Alamat IP

Kamu bisa melakukan pengaturan alamat IP untuk beberapa ethernet yang kamu miliki. Pilih menu IP, lalu pilih Addresses. Lalu masukkan address-nya dan Interface yang akan ditambahkan IP tersebut.

Baca Juga: Cara Mengetahui dan Menyembunyikan IP Address

3. Menambahkan Gateway

Agar semua perangkat komputer, handphone, dan perangkat lain yang terhubung ke Mikrotik bisa mendapatkan akses internet, maka kamu perlu mengatur gateway ke publik. Ke menu IP, lalu pilih Routes. Gunakan angka 0.0.0.0/0 di kolom “Dst. Address” kemudian sesuaikan gateway dengan public. Jika sudah diatur seperti itu, seharusnya Mikrotik sudah dapat melakukan ping ke 8.8.8.8.

panduan dasar mikrotik menambahkan gateway

4. Menambahkan DNS

Panduan dasar Mikrotik CHR berikutnya yang perlu kamu ketahui adalah cara mengaktifkan dan menambahkan server DNS di Mikrotik agar bisa mengakses ke internet. Caranya, pilih menu IP, lalu klik DNS. Kamu perlu menggunakan DNS Server Google, yaitu:

8.8.8.8

8.8.4.4

Ikuti seperti gambar berikut:

5. Firewall

Kamu juga bisa menambahkan Firewall Rule pada Mikrotik CHR. Kunjungi menu IP dan pilih Firewall, lalu pilih Chain yang diinginkan, baik untuk forward, input, atau output. Kemudian tambahkan source address dan destination address.

Simpulan

Demikian beberapa panduan dasar yang perlu kamu pelajari untuk menggunakan Mikrotik CHR. Tambahan informasi, Dst. Address yang tertulis di atas adalah singkatan dari “Destination Address” dan Src. Address berarti “Source Address”. Selain beberapa panduan dasar ini, kamu juga bisa mengeksplor Mikrotik CHR agar bisa kamu gunakan dengan maksimal.

Saat ini, Winbox baru tersedia di Windows sehingga kamu perlu menggunakan OS Windows untuk mengelola server Mikrotik. Namun jangan lupa, pastikan kamu menggunakan layanan server cepat dan aman, seperti cloud VPS yang dimiliki Dewaweb. Semoga artikel ini membantu, Sahabat Dewaweb. Selamat mencoba, salam sukses online!





Sumber

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,763FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles