Cara Menggunakan Google Analytics di Tahun 2021 [Panduan Lengkap]

0
65


Google Analytics merupakan salah satu tool paling wajib dimiliki oleh pemilik website. Fitur pelacakan pengunjung dari Google Analytics dapat memudahkan kamu dalam memantau trafik website.

Memang, fitur dasar yang paling banyak digunakan dari Google Analytics adalah traffic monitoring, tetapi ada berbagai fitur lainnya yang dapat membantu kamu semakin meningkatkan potensi bisnis dari website kamu.

Fitur seperti data demografi pengunjung, landing pages, sumber traffic, konten populer, dan lainnya dapat membantu kamu untuk mengambil keputusan yang tepat untuk memperbaiki website kamu. Kamu dapat melihat konten mana yang perlu ditingkatkan kualitasnya, plugin apa yang diperlukan, dan sebagainya.

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Website dari Nol Sampai Jadi, Dijamin Mudah!

Bagi para pemula, Google Analytics seringkali terkesan sangat teknis dan menakutkan untuk dicoba. Maka dari itu, kami membuat panduan ini untuk menunjukkan bagaimana cara menggunakan Google Analytics secara lengkap.

Di artikel ini, kamu akan belajar mengenai istilah teknis dan fitur-fitur utama dari Google Analytics serta bagaimana cara menggunakannya untuk meningkatkan kualitas website kamu.

Pengertian Istilah-istilah di Google Analytics

Sebelum kita membahas tentang cara penggunaan Google Analytics, kamu perlu mengetahui tentang beberapa istilah teknis yang akan sering kamu temukan selama menggunakan alat buatan Google ini.

Berikut adalah beberapa istilah teknis di Google Analytics dan penjelasan lengkapnya:

  • Properties: Properti adalah sebutan untuk website, aplikasi, atau perangkat yang dilacak oleh Google Analytics.
  • Views: Kelompok data yang ingin dilihat. Fitur ini biasa digunakan untuk memisahkan traffic organik, traffic berbayar, traffic subdomain, dan sebagainya.
  • Session: Jumlah interaksi antara website dengan pengunjung.
  • Bounce Rate: Jumlah pengunjung yang meninggalkan website setelah melihat satu halaman saja.

Cara Menggunakan Google Analytics

Dengan memahami istilah di atas, maka kamu akan dapat menjelajahi menu-menu di Google Analytics dengan pengetahuan lebih. Di bawah ini, ada 5 cara untuk menggunakan Google Analytics untuk melacak performa website kamu.

1. Memantau Data Pengunjung Real Time

Menu Real Time pada Google Analytics menunjukkan jumlah pengunjung dan halaman mana saja yang sedang dikunjungi pada saat itu.

Cara Menggunakan Fitur Real Time Google Analytics

Fitur ini dapat membantu kamu untuk menentukan jam-jam di mana website kamu lebih ramai dikunjungi. Dengan memiliki data tentang aktivitas pengunjung, kamu dapat mengoptimalkan jadwal publikasi konten dan pengadaan promo terbatas pada waktu-waktu tersebut.

Overview

Pada menu Realtime > Overview, kamu dapat melihat metrik-metrik seperti di bawah ini:

  • Jumlah pengunjung saat itu
  • Perangkat pengunjung (desktop atau mobile)
  • Jumlah tampilan halaman per menit
  • Situs referral paling populer
  • Referral media sosial paling populer
  • Keyword teratas
  • Halaman aktif teratas
  • Lokasi pengunjung teratas

Data di atas akan membantu kamu memonitor traffic website kamu secara sekilas dan akurat. Untuk data lebih lengkapnya, kamu dapat mengunjungi sub-menu spesifik seperti di bawah ini:

Locations

Sub-menu ini menunjukkan data real-time mengenai lokasi pengunjung website. Menu utama akan menayangkan data geografis berbentuk negara. Kamu juga dapat melihat data geografis berupa kota dengan meng-klik nama negara.

Traffic Sources

Sub-menu ini menunjukkan sumber traffic website yang dibagi menjadi beberapa kategori seperti: organik, iklan (CPC), sosial, referral, dan banner. Seperti pada menu lainnya, kamu dapat melihat informasi yang lebih spesifik dengan meng-klik masing-masing sumber traffic.

Content

Pada sub-menu ini, kamu dapat melihat konten mana saja yang sedang dikunjungi saat ini beserta jumlah pengunjungnya. Kamu juga dapat melihat sumber traffic dari masing-masing konten dengan meng-klik URL konten tersebut.

Baca juga: Panduan Lengkap Menggunakan Google Search Console

2. Mengenal Pengunjung Website dengan Menu Audience

Kamu dapat menelusuri data lebih lanjut tentang siapa saja yang mengunjungi website, dari mana asal mereka, dan apa saja ketertarikan mereka pada menu Audience.

Ada 14 sub-menu pada bagian Audience yang mencakup informasi seperti lokasi pengunjung, ketertarikan, perangkat yang digunakan, dan banyak lagi. Di antara 14 sub-menu tersebut, ada beberapa item yang wajib kamu pahami untuk mengenal pengunjung dengan lebih baik.

Cara Menggunakan Menu Audience di Google analytics

Active Users

Data ini menunjukkan jumlah pengunjung satu hari terakhir, satu minggu terakhir, dua minggu terakhir, dan empat minggu terakhir.

Laporan ini dapat memberikan pengetahuan yang berharga tentang kekurangan website kamu. Jika kamu memiliki jumlah pengunjung aktif satu hari lebih banyak dibanding kelompok lain, dapat disimpulkan bahwa website kamu kekurangan kemampuan retensi pengunjung.

Lifetime Value

Laporan Lifetime Value memberikan estimasi nilai pengunjung website kamu bagi perusahaan. Google Analytics menyediakan estimasi nilai pengunjung dari beberapa kategori, seperti email marketing, campaign, pencarian organik, dan iklan.

Fitur ini sangat cocok digunakan untuk website yang memiliki fitur transaksi on-site seperti toko dan bisnis online.

Cohort Analysis

Laporan ini memberikan data pengakuisisian pengunjung berdasarkan karakteristik tertentu. Sejauh ini, karakteristik yang dapat digunakan adalah “Acquisition Date” atau tanggal akuisisi yang menunjukkan hari di mana pengunjung memasuki website kamu untuk pertama kalinya.

Demographics

Sub-menu ini memiliki informasi tentang usia dan jenis kelami pengunjung website. Data ini dapat kamu gunakan untuk memilah dan menargetkan konten sesuai dengan batasan umur dan jenis kelamin.

Interests

Informasi tentang ketertarikan pengunjung website yang dibagi menjadi berbagai kategori. Salah satu fungsi utama data ini adalah mengetahui seberapa besar kesesuaian antara minat pengunjung dan target audiens website kamu.

Geo

Informasi tentang lokasi pengunjung dan bahasa yang digunakan pada pengaturan pencarian Google mereka.

Technology

Data tentang jenis teknologi yang digunakan oleh pengunjung, seperti Browser, OS, dan jaringan.

Behavior

Data tentang perbandingan pengunjung baru dan pengunjung lama, frekuensi dan waktu kunjungan, serta engagement pengunjung selama berada di website.

Cross Device

Sub-menu ini memberikan informasi tentang apa saja perangkat yang digunakan oleh satu pengunjung untuk mengunjungi website.

Jika kamu belum memerlukan informasi yang terperinci, kamu dapat mengunjungi sub-menu Overview untuk melihat gambaran sekilas tentang pengunjung website kamu.

Baca juga: Pengaruh Lokasi Server untuk Website dan Cara Memilihnya

3. Menelusuri Bagaimana Pengunjung Menemukan Websitemu

Pada menu Acquisition, kamu dapat melihat dari mana saja pengunjung menemukan website kamu. Fitur ini sangat berguna untuk melacak keberhasilan campaign atau usaha optimasi website yang sedang berjalan.

Menu Acquisition Google Analytics

Menu Acquisition ini dapat menunjukkan beberapa sumber traffic sebagai berikut:

Overview

Sub-menu overview akan menampilkan ringkasan sumber-sumber traffic website kamu, mulai dari pencarian organik hingga link email.

All Traffic

Pada sub-menu All Traffic, kamu dapat melihat pembagian traffic website berdasarkan channel, treemaps, source, dan referral.

Google Ads

Sub-menu ini berguna untuk mengumpulkan data dan melacak pengunjung yang berasal dari iklan Google yang mengarah ke website kamu.

Search Console

Sub-menu ini menunjukkan data yang identik dengan data dari Google Search Console. Data yang ditunjukkan adalah data yang diperoleh dari pengunjung organik yang berasal dari halaman pencarian Google.

Social

Data pada sub-menu ini menunjukkan traffic yang berasal dari situs media sosial yang sudah dikenal seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan sebagainya.

Campaigns

Melacak pengunjung yang membuka URL khusus campaign yang sedang berjalan

Tentunya, kamu juga dapat memonitor pendapatan traffic secara ringkas pada Acquisition > Overview jika kamu tidak memiliki jalur campaign khusus untuk mempromosikan website.

Dengan informasi yang ada pada menu ini, kamu dapat menemukan jalur mana yang dapat memberikan Return on Investment (ROI) terbesar dalam meningkatkan traffic website.

Baca juga: Panduan Lengkap Google Keyword Planner untuk Pemula

4. Memahami Perilaku Pengunjung Website

Pada menu Behavior, kamu dapat melihat bagaimana pengunjung berinteraksi dengan halaman dan konten di website kamu.

Dengan fitur ini, kamu dapat melacak halaman mana saja yang yang sering dikunjungi dan menjadi landing page, melacak perjalanan pengunjung selama berada di website, dan data kecepatan website.

behavior report

Behavior Flow

Salah satu sub-menu paling menarik di bawah Behavior adalah Behavior Flow. Behavior Flow Report menunjukkan alur perjalanan pengunjung di website kamu dengan elemen visual, sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Kamu dapat menggunakan laporan ini untuk menentukan seberapa besar keterlibatan (engagement) pengunjung dengan konten yang ada di website kamu serta untuk mengidentifikasi masalah pada konten (jika engagement rendah).

Baca juga: Panduan Lengkap untuk Menggunakan Google Bisnisku

Behavior Flow Report juga dapat digunakan untuk menyelesaikan beberapa masalah seperti:

  • Apakah ada satu halaman yang memancing pengunjung untuk membuka halaman lain?
  • Adakah halaman yang lebih populer dibanding dengan lainnya? Dan apakah halaman itu memang seharusnya lebih populer?
  • Apakah halaman prioritas (product page) sudah menerima aliran pengunjung yang cukup?

Semakin banyak hal yang kamu ketahui tentang pengunjung website, kamu dapat mengambil keputusan cermat yang dapat meningkatkan kesetiaan dan keterlibatan mereka.

Site Content

Sub-menu ini memberikan laporan mengenai semua blog post, landing page, dan halaman yang ada di website kamu. Terdapat beberapa menu lagi yang ada di bawah Site Content, berikut penjelasan singkatnya:

  • All Pages: Laporan mengenai semua halaman di website, dimulai dengan halaman dengan traffic tertinggi.
  • Content Drilldown: Merincikan struktur website berdasarkan subdomain seperti shop.abc.com, lalu subfolder seperti abc.com/blog.
  • Landing Pages: Laporan ini memberikan daftar halaman pertama yang dikunjungi oleh pengunjung website.
  • Exit Pages: Laporan ini menunjukkan halaman mana saja yang menjadi tempat terakhir pengunjung berada sebelum meninggalkan website.

Baca juga: Cara Jitu Membuat Landing Page yang Teroptimasi

Site Speed

Laporan ini menunjukkan data kecepatan website kamu, baik dari sisi server atau dari sisi user/pengunjung.

Kecepatan website adalah salah satu metrik penting yang dinilai oleh mesin pencari. Maka dari itu, kamu wajib memilih penyedia layanan web hosting yang cepat, aman, dan dapat diandalkan dari Dewaweb.

Site Search

Fitur ini digunakan untuk melacak pencarian yang dilakukan pengunjung selama berada dalam website kamu. Tentunya jika website kamu tidak memiliki fitur pencarian, tidak akan ada data yang muncul di sini.

Events

Hal yang dimaksud dengan ‘events’ pada Google Analytics adalah aktivitas pengunjung, seperti mengklik sebuah tombol, menonton video, mengunduh file, dan sebagainya. Jika kamu mengatur pelacakan untuk hal-hal tersebut, datanya akan muncul pada laporan ini.

Publisher

Jika kamu memonetisasi website kamu dengan menggunakan Google AdSense atau Ad Exchange, maka kamu dapat mengintegrasikan fitur dari Ad Manager ke Google Analytics. Semua data terkait iklan yang ditayangkan di website kamu akan muncul di sini.

5. Melacak Hasil Marketing dengan Conversion Tracking

Jika kamu mengatur Goals pada Google Analytics di website kamu, maka kamu juga dapat melacak persentase keberhasilannya. Menu ini dapat diakses di bawah menu Conversion.

Kamu dapat mengatur Goals pada menu Admin > Goals> New Goal. Ada empat jenis konversi yang dapat dilacak menggunakan Google Analytics:

  • Destination: Goal ini akan tercapai jika pengunjung sampai di satu halaman tertentu, seperti halaman produk atau halaman invoice.
  • Event: Goal ini akan tercapai jika sebuah kejadian/event diaktifkan, event yang dapat dilacak dapat berupa share, menonton video, membuka link, dan sebagainya.
  • Duration: Goal ini akan tercapai jika pengunjung berada di website kamu selama kurun waktu tertentu.
  • Pages/screens per session: Goal ini akan tercapai jika pengunjung telah melihat halaman sejumlah yang sudah ditentukan setiap sesi kunjungan mereka.

Google Analytics juga mengaitkan data lainnya untuk melacak konversi yang terjadi pada website, sehingga kamu dapat mendapatkan informasi yang lebih spesifik.

Baca juga: Mengenal Conversion Rate, Faktor Penting, dan Cara Meningkatkannya

Sebagai contoh, kamu dapat melacak jumlah pembelian yang dilakukan oleh pengunjung asal Jakarta pada laporan Audience > Geo > Location. Kamu juga dapat melihat jumlah konversi yang dibuat oleh pengunjung yang berasal dari media sosial pada menu Acquisition > All Traffics > Source / Media.

Menu Conversion

Pada umumnya, menu ini digunakan untuk melacak keberhasilan usaha-usaha pemasaran yang sudah dilakukan. Maka dari itu, laporan yang paling umum digunakan adalah laporan Goals. Di bawah laporan Goals, terdapat beberapa sub-menu seperti berikut:

Overview

Sub-menu ini berisi laporan secara ringkas dan menyeluruh mengenai konversi yang terjadi di website kamu. Laporan ini sangat berguna untuk membandingkan performa website secara keseluruhan dari satu periode dengan periode lain.

Goal URLs

Pada laporan ini, kamu dapat melihat data tentang performa URL yang sudah kamu atur menjadi tujuan akhir.

Funnel Visualization

Untuk goals yang bersifat berurutan atau sekuensial, laporan ini dapat membantu kamu dalam melacak bagaimana pola pengunjung dalam memenuhi masing-masing tahapan konversi di website kamu.

Reverse Goal Path

Laporan ini dapat membantu kamu melacak tiga halaman terakhir yang dilihat pengunjung sebelum terkonversi. Laporan ini sangat berguna untuk website dengan goal yang tidak sekuensial karena dapat menyimpulkan halaman mana saja yang lebih efektif dalam mengonversi pengunjung.

Goal Flow

Laporan ini sangat mirip dengan Funnel Visualization, bedanya pada laporan ini kamu dapat melihat semua sumber konversi pengunjung secara visual.

Goal Flow Analytics
Gambar: HubSpot

Simpulan

Google Analytics adalah alat yang sangat bermanfaat untuk segala jenis website. Semua data yang diberikan terbilang cukup akurat, dan jika diolah dengan baik dapat menjadi sumber perkembangan website baik dari segi SEO atau bisnis.

Jangan lupa untuk kembali membaca panduan lengkap menggunakan Google Analytics ini jika kamu berniat untuk menerapkannya ke website atau blog kamu.

Untuk mengembangkan website kamu, tentunya kamu perlu dukungan dari penyedia layanan hosting website yang cepat, aman, dan dapat diandalkan dari Dewaweb. Layanan Ninja support yang tersedia selama 24-jam dapat membantumu mengatasi semua masalah teknis kapan saja. Salam sukses online!





Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here