Kiat Bisnis Edukasi Bertahan di Tengah Pandemi


Dampak pandemi terhadap bisnis cukup terasa. Bayangkan, sekitar 84,20% UMK di Indonesia mengalami penurunan pendapatan yang mengancam kelangsungan usaha. Terutama, bisnis di sektor jasa.

Bahkan, hanya 27 dari 100 perusahaan di sektor jasa yang mampu bertahan.

Bagi pemilik bisnis edukasi, kejelian melihat peluang di tengah kondisi seperti ini bisa menjadi modal berharga untuk menjaga bisnis tetap eksis.

Nah, itulah yang ditunjukkan Think Indonesia. Lembaga pendidikan asal Surabaya ini merupakan salah satu bisnis edukasi yang berhasil bertahan. Salah satu rahasianya adalah go online.

Penasaran apa yang mereka lakukan? Mari tengok ceritanya!

Yuk Mengenal Think Indonesia …

Apa yang terlintas dalam benak Anda saat mendengar ‘Think Indonesia’?

Hmm? Think Indonesia? Memikirkan Indonesia agar menjadi lebih baik?

Anda benar! Itulah yang ada di benak Esti Nalurani ketika membangun Think Indonesia, sebuah lembaga yang fokus pada peningkatan skill wirausaha para peserta didiknya.

Ide menghadirkan Think Indonesia berawal dari keprihatinan Cici melihat tingginya angka pengangguran di Indonesia. Ditambah lagi, banyak orang mudah diiming-imingi mentoring yang sekadar menjual mimpi kesuksesan sebagai pengusaha.

Lewat Think Indonesia, Cici ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yaitu peserta akan dibimbing sampai bisa praktik langsung di lapangan.

“Think Indonesia adalah dibilang perusahaan lebih ke visioner. Visi kita lebih ke membangun negara dan pengentasan kemiskinan… Sebenarnya dimulai 11 tahun yang lalu di mana saya merasa ada yang perlu diperbaiki di Indonesia, terutama pendidikan,” kata Cici, panggilan akrab Esti Nalurani, pendiri Think Indonesia.

Lalu, apa yang dilakukan Think Indonesia untuk mewujudkan visi mereka?

Think Indonesia memiliki tiga program:

  • THIS – program home-schooling
  • THAT – training dan workshop untuk umum dan perkantoran
  • TIPS – program untuk sertifikasi profesi.

Dengan ketiga program tersebut, Think Indonesia berharap mampu menyalakan skill entrepreneurship dari kalangan anak-anak hingga profesional. Semakin banyak orang yang melek akan wirausaha, mimpi untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik bisa tercapai.

Meskipun upaya yang dilakukan cukup positif dan banyak orang telah terbantu, nyatanya perjalanan bisnis Think Indonesia tidak selalu mulus. Pandemi menuntut orang untuk stay at home dan akhirnya berimbas ke kegiatan bisnis edukasi mereka.

Menjumpai Tantangan Pandemi

Umumnya, kegiatan edukasi cukup bergantung pada pertemuan tatap muka. Sebab, interaksi antara pengajar dengan murid sangat membantu dalam penyampaian materi.

Sayangnya, sejak pandemi Covid 19, hal tersebut cukup sulit dilakukan. Seluruh kegiatan sekolah dan kursus boleh dibilang lumpuh. Bahkan,  lebih dari 4 juta pelaku pendidikan telah kehilangan pekerjaannya.

Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan akibat Covid
Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan akibat Covid

Think Indonesia ikut terimbas efek pandemi ini. Selama ini langkah Think Indonesia untuk menjaring peserta dan mengenalkan programnya memang dilakukan offline. Mulai dari kunjungan murid, sosialisasi ke sekolah dan universitas, hingga company visit.

Think Indonesia Sebelum Pandemi

Tak ingin ikut dilindas pandemi, Think Indonesia mantap beradaptasi dengan menggenjot bisnisnya secara online. Bahkan, strategi dan platform yang digunakan lebih dari satu. Apa saja?

Gunakan Beragam Strategi Digital, Terbukti Mampu Bertahan

Think Indonesia memanfaatkan berbagai potensi di ranah digital untuk menggencarkan bisnisnya, di antaranya:

1. Sering Adakan Webinar

Webinar alias seminar online merupakan cara ampuh untuk mengenalkan bisnis ke lebih banyak orang. Strategi menggelar webinar gratis digunakan Think Indonesia sebagai upaya branding bisnis.

Webinar Think Indonesia

Topik yang diangkat pun sesuai niche mereka dan diulas secara spesifik. Seperti ilmu saham untuk pemula, panduan memulai bisnis fashion, dan banyak lagi.

Pembicara webinar Think Indonesia juga tidak sembarangan lho. Para pakar sesuai bidangnya dihadirkan untuk menjaga kredibilitas informasi yang diberikan dan memastikan diskusi dalam webinar berjalan baik.

Kegiatan webinar yang mereka lakukan bisa dikatakan berhasil. Bukan hanya mampu mengenalkan Think Indonesia sebagai bisnis tapi 5 hingga 20% peserta webinar akhirnya menjadi peserta kursus yang diadakan oleh lembaga edukasi ini. 

Strategi yang cukup jitu, bukan?

2. Menerapkan YouTube Marketing

Dengan 2 miliar pengguna dan waktu tonton 11 menit per hari, YouTube mustahil dilewatkan sebagai sebuah media promosi. 

Think Indonesia menyadari potensi itu dan memanfaatkan platform tersebut sebagai ruang informasi yang fokus pada video yang menarik.

Bukan asal upload video saja, Think Indonesia benar-benar memperhatikan strategi YouTube Marketing yang tepat.

Sebagai contoh, Halaman About channel YouTube mereka, bukan hanya sekadar menampilkan informasi bisnis, tapi juga nomor contact person. Jadi, akan memudahkan pengunjung menghubungi Think Indonesia ketika tertarik dengan kursus yang ditawarkan.

Think Indonesia melengkapi Halaman About akun YouTube-nya

Tampilan gallery video mereka pun cukup menarik berkat thumbnail dengan warna kuning segar yang menunjukkan brand mereka. Apalagi ditambah aneka konten seputar entrepreneurship yang sejalan dengan niche bisnis mereka. 

Thumbnail konsisten dengan warna brand

Pembahasan tiap topik di dalam video cukup mendalam sehingga membuat visitor yang membutuhkan informasi lengkap betah berlama-lama menontonnya. Misalnya dokumentasi webinar, pengalaman jatuh bangun wirausaha, sampai video motivasi.

Langkah itu semua belum cukup tanpa adanya upaya SEO YouTube, yaitu upaya membuat video lebih banyak diketahui dan ditonton orang. 

Think Indonesia selalu memberikan deskripsi video yang lengkap disertai tagar sesuai niche bisnis mereka agar relevan dengan pencarian pengguna YouTube.

Deskripsi video lengkap sebagai bagian YouTube Marketing

3. Upayakan Facebook Marketing

Facebook Marketing juga menjadi salah satu senjata Think Indonesia dalam menggaet audiens. Alasannya, lebih dari 60% pengguna Facebook adalah anak-anak dan remaja yang merupakan target pasar Think Indonesia.

Pengguna Facebook di Indonesia

Melalui Facebook, Think Indonesia memantik minat wirausaha lewat berbagai postingan menarik terkait edukasi kewirausahaan. Tak lupa, di bagian akhir Think Indonesia mengajak orang-orang untuk bergabung dengan pelatihan mereka.

Postingan Facebook Think Indonesia cukup menarik

Nah, selain aktif posting, Think Indonesia juga sering mempromosikan acara dengan memanfaatkan fitur Facebook Event. Melalui fitur ini, Think Indonesia bisa lebih mudah mendapatkan leads dari formulir event tersebut.

Enaknya lagi, Facebook Event memungkinkan Think Indonesia mengatur jadwal acara dengan fleksibel. Jadi ketika jadwal event terpaksa berubah, Think Indonesia tidak perlu merombak ulang posternya.

Memaksimalkan Fitur Facebook Event

4. Maksimalkan Instagram Marketing

Think Indonesia tak ingin ketinggalan dalam menerapkan Instagram Marketing. Bahkan, bisa dikatakan cukup mampu dijalankan dengan rapi.

Instagram Marketing Think Indonesia

Tampilan feed Instagram dengan warna brand Think Indonesia langsung dijadikan daya tarik. Ini merupakan strategi yang jitu mengingat konsistensi brand penting untuk meningkatkan revenue hingga 33%.

Bukan hanya dari tampilan, pengunjung bisa mendapatkan berbagai informasi berupa highlight, Q&A, Here We Are, hingga Info Live IG dengan mudah.

Info live IG menjadi andalan Think Indonesia untuk mengadakan webinar melalui Instagram. Selain berbagi ilmu, ini tentu merupakan kesempatan bagi Think Indonesia untuk membangun engagement dengan viewer mereka.

Think Indonesia sering mengadakan live IG

Setiap event disimpan dalam menu IGTV sehingga orang-orang yang tidak mengikuti live-nya tetap bisa mengakses materi. Strategi tersebut terbukti mampu dimanfaatkan untuk meraih ribuan follower.

5. Membuat Website Perusahaan

Strategi social media marketing Think Indonesia bisa dikatakan cukup berhasil. Namun, itu belum cukup. Mereka memiliki satu strategi andalan untuk terus go online, yaitu website.

Think Indonesia membuat website perusahaan

Kenapa mereka akhirnya membangun thinkindonesia.co.id?

Alasannya simple, yaitu jangkauan audiens website lebih luas dibandingkan media sosial. Sebab, media sosial terbatas pada audiens pengguna platform tersebut saja. 

Menariknya, menemukan informasi dari sebuah website kini lebih mudah karena adanya Google. Bahkan, lebih dari satu miliar orang mencari informasi melalui mesin pencari ini. 

Oleh karena itu, tak heran banyak bisnis, termasuk Think Indonesia membuat website yang tak hanya menarik tapi mudah ditemukan di Google. Kenapa upaya yang lebih dikenal dengan SEO tersebut penting?

Salah satu alasannya, website yang mudah ditemukan di Google dan menjaring banyak audiens bisa lebih mendongkrak penjualan hingga-nya 8%, utamanya industri edukasi.

Pop up promosi di website Think Indonesia
Think Indonesia memasang pop up promosi di website

Nah, selain bisa membuat bisnis lebih mudah ditemukan online, website juga bisa memudahkan komunikasi dengan visitornya. Salah satunya, dengan adanya fitur live-chat atau contact form di website tersebut. Dengan begitu, pengunjung bisa menyampaikan saran atau pertanyaan apapun dengan mudah.

Live Chat dan Contact Form Think Indonesia

Dengan menyediakan fitur di atas, Think Indonesia juga lebih mudah mengantongi informasi penting dari calon pelanggan mereka. Seperti nama, email, dan nomor telepon.

Dengan data ini, nantinya lebih gampang bagi Think Indonesia dalam mengirimkan berbagai informasi penawaran produk atau promo terbaru melalui email ke calon konsumen.

Hal menariknya lagi, Think Indonesia memanfaatkan website sebagai sumber informasi yang jauh lebih komplit daripada akun media sosial yang dimilikinya. Sebagai contoh, info layanan, galeri foto, hingga berbagai konten edukatif yang lebih beragam.

Informasi website cukup lengkap, namun loadingnya tetap cepat

Dengan berbagai informasi yang lengkap, tak heran kalau website Think Indonesia terkesan cukup ramai.  Pun demikian, bukan berarti aksesnya jadi lambat, lho. Justru sebaliknya, perpindahan antara halaman dan menu terasa cukup cepat.

Hal tersebut tentu membuat pengalaman pengunjung ketika browsing cukup baik. Apalagi, ditambah adanya desain yang unik akan membuat pengunjung lebih betah. 

Kira-kira apa ya rahasia performa website Think Indonesia tersebut?

Percayakan Hosting ke Niagahoster, Berencana Bangun Microservices

Salah satu kunci utama website stabil terletak pada layanan hosting yang digunakan.

Alasannya, hosting yang baik mampu memberikan loading halaman yang cepat, minim down time sehingga mudah diakses, dan kebebasan pengelolaan website sesuai kebutuhan.

Think Indonesia akhirnya memutuskan menggunakan paket Bisnis Niagahoster.

“Buat saya pribadi karena saya sudah mencoba beberapa kali, Niagahoster ini saya lebih suka ke fitur yang ditawarkan. Mulai dari berbagai macam harga. Fiturnya bisa dibilang lebih unggul dari yang sebelah-sebelah.”

Arthur (Tim Developer Think Indonesia)

Yap, paket Bisnis Niagahoster memang menawarkan manfaat yang cukup banyak sesuai kebutuhan perusahaan. Dengan harga cukup murah, paket hosting yang digunakan siap untuk mengelola trafik tinggi  hingga 180.000 pengunjung/bulan.

Itu pun, masih ditambah dengan perlindungan keamanan yang baik, seperti Imunify360. Fitur ini mampu mencegah adanya malware yang dapat mengganggu kredibilitas sebuah website bisnis.  

Tak berhenti di sana, Arthur juga menuturkan bahwa Niagahoster menyediakan cPanel —panel kontrol untuk mengelola layanan hosting — yang mudah digunakan. 

cPanel Niagahoster yang user-friendly

“User interface cPanel di Niagahoster saya lihatnya lebih soft. Jadi untuk mata lebih friendly, nggak bikin sakit mata.”

Ada yang lebih berkesan bagi Arthur dengan layanan Niagahoster, yaitu Customer Support yang selalu standby 24 jam dan melayani berbagai channel (chat, WhatsApp, email, dan telepon).

“…Respon dari CS-nya itu responsif sekali. Waktu itu sempet kita ada problem terkait plugin. Itu membuat website kita jadi down. Nggak sampai satu jam sudah dibantu untuk dibereskan.”

Merasakan pengalaman positif tersebut, Think Indonesia tidak ragu lagi untuk mempercayakan kebutuhan website kepada Niagahoster. Bahkan, Think Indonesia berencana upgrade layanan ke VPS untuk memperkuat bisnis mereka.

“Rencana ke depan mau pakai VPS. Karena sistem yang kita bangun sekarang kan masih monolith. Rencana akan dibikin microservices,” tutup Arthur.

Secara singkat, arsitektur monolith menempatkan seluruh layanan user interface, business logic, database jadi satu. Sedangkan, microservices mengelola setiap layanan secara terpisah sehingga sistem lebih mudah dikembangkan.

Rancangan e-learning Think Indonesia
Think Indonesia sedang mengembangkan rancangan e-learning pada website-nya

Saat ini menggunakan microservices untuk membangun sebuah e-learning memang merupakan pilihan terbaik. Dengan  didukung VPS yang memiliki resource lebih besar, website e-learning akan lebih mampu menangani trafik tinggi dengan lebih baik.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Think Indonesia?

Bisnis edukasi adalah salah satu sektor paling terdampak pandemi. Kalau tidak cerdas menyikapi, bisa-bisa gulung tikar, lho.

Dari Think Indonesia, kita belajar bahwa go online merupakan salah satu langkah tepat untuk bisa bertahan menghadapi tantangan pandemi. 

Tentu tidak cukup hanya mengandalkan media sosial saja sebagai upaya pemasaran produk. Bisnis edukasi perlu didukung adanya website sebagai pusat kegiatan online dengan tujuan jangka panjang. 

Nantinya, bahkan bisa dikembangkan menjadi sebuah sistem e-learning yang lengkap seperti rencana Think Indonesia membangun microservices.

Agar dapat berjalan dengan baik, dukungan hosting yang mumpuni juga tak boleh diabaikan. Dengan performa yang terjamin, website tersebut akan menunjukkan profesionalitas Anda sebagai bisnis. 

Itulah alasan Think Indonesia memilih Niagahoster. 

Nah, Anda sedang ingin membangun bisnis juga? Sudah siap menghadapi tantang dengan go online seperti Think Indonesia? Tunggu apa lagi? Wujudkan website bisnis Anda sekarang! 



Sumber

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,763FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles