Raih Penghargaan Internasional Berkat Game Peduli Lingkungan

0
22


Membangun bisnis bukanlah hal yang mudah. Selain mengembangkan produk, pemilik bisnis juga harus memikirkan bagaimana bisnisnya bisa bertahan dalam jangka panjang.

Tapi masih ada yang lebih menantang lagi, yaitu membangun social enterprise. Tidak hanya berpikir dari sisi bisnis, sang owner juga harus berpikir tentang cara membangun dampak sosial yang positif.

Hebatnya, inilah yang dilakukan oleh Annisa Hasanah, founder Ecofun Indonesia. Melalui bisnisnya, ia berambisi untuk membangun generasi baru yang peduli akan lingkungan. Caranya dengan mengenalkan game papan bernama Ecofunopoly.

Tentu ini bukan misi yang mudah. Namun berkat usaha yang dilakukan Annisa serta timnya, kini Ecofunopoly sudah dimainkan oleh lebih dari 12 ribu orang di belasan negara. Selain itu, Ecofun pun berhasil meraih berbagai penghargaan internasional.

Ingin tahu cerita lengkapnya? Yuk simak artikel ini sampai selesai!

Bermula Dari Seorang Ibu yang Buang Sampah Sembarangan

Di siang hari yang terik, sebuah mobil angkot melaju kencang. Di dalamnya, ada seorang ibu yang menggenggam sampah. Lalu, tanpa ragu ia membuangnya sembarangan ke luar jendela.

Annisa kebetulan berada di angkot yang sama. Melihat perlakuan sang ibu, ia pun jadi khawatir. Terlebih lagi, sang ibu melakukan hal tersebut di depan anaknya.

“Di situ saya kepikiran untuk membuat game bertema lingkungan untuk anak-anak. Jadi, biar nanti gedenya tidak melakukan hal yang sama”, cerita Annisa. 

Kekhawatiran Annisa bukan tanpa alasan. Mendidik generasi baru untuk sadar lingkungan memang menjadi tugas yang sangat penting saat ini.

Sebab, menurut info terbaru dari NASA (National Aeronautics and Space Administration), keadaan bumi semakin hari semakin mengkhawatirkan:

infografik lingkungan

Jika generasi baru lebih peduli akan lingkungan, tentu masa depan bumi akan jadi lebih baik.

Nah, berbekal wawasan yang dimiliki Annisa tentang isu perubahan iklim. Akhirnya, pada tahun 2009 lahirlah Ecomonopoly. Game monopoli berbasis lingkungan yang dibentuk oleh Annisa beserta seorang temannya.

Cara bermainnya kurang lebih sama seperti game monopoli. Tapi, perbedaannya terletak pada tujuan permainan serta konten gamenya.

Jika permainan monopoli biasa dimenangkan dengan cara mengumpulkan uang dan properti sebanyak mungkin. Ecomonopoly dimenangkan dengan cara menanam pohon dan mengurangi karbon sebanyak-banyaknya.

isi papan ecofunopoly

Mengapa Annisa memutuskan untuk menggunakan media game? 

Karena sedari kecil Annisa senang bermain game. Menurut Annisa, ini bisa jadi cara yang bagus untuk memperkenalkan isu yang serius dengan cara yang menyenangkan.

“Target saya, pokoknya game ini harus bisa dimainkan anak-anak. Karena pendidikan kan tidak bisa diberi mentah-mentah, mereka harus dikasih stimulus dulu untuk bisa berkenalan dengan isu lingkungan”, ujar Annisa.

Hal ini selaras dengan pernyataan Dinas Lingkungan Hidup, bahwa pendidikan lingkungan memang sebaiknya perlu dilakukan sedini mungkin.

Dari Proyek Sosial Menjadi Social Enterprise

Walau Annisa menciptakan Ecomonopoly saat masih menjalani masa kuliah, bukan berarti ia tak serius menggarap proyek ini. 

Ada banyak hal yang perlu ia kerjakan agar Ecomonopoly bisa diterima dan dijangkau oleh khalayak luas. Mulai dari merancang konten game hingga mempublikasikannya.

Selain itu, agar misinya diterima khalayak luas, Annisa juga mendaftarkan gamenya ke berbagai kompetisi lokal dan internasional.  

Hasilnya luar biasa! Ia berhasil meraup penghargaan bergengsi. Sebut saja Danamon Young Leaders Awards 2009 dan ASHOKA Young Changemakers 2009.

Di Danamon Young Leaders, Annisa bersaing dengan 30 proyek sosial mahasiswa di tingkat nasional. Sedangkan ASHOKA Young Changemakers merupakan penghargaan internasional bagi para insan muda yang mampu memberikan dampak positif di lingkungannya.

Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, di awal tahun 2012 Ecomonopoly secara resmi berevolusi menjadi Ecofunopoly. Game ini juga langsung mendapat sertifikat merek di tahun selanjutnya.

ilustrasi ecofunopoly

Walaupun terbilang sukses, Annisa merasa bahwa Ecofunopoly masih bisa dikembangkan lagi sebagai proyek bisnis. Karena, sebelumnya Ecofunopoly hanya fokus sebagai proyek sosial.

“Setelah banyak pertimbangan, saya tertarik untuk terjun sebagai entrepreneur dan mengembangkan game ini sebagai produk bisnis”,  ujar Annisa.

Akhirnya, pada tahun 2016 proyek Ecofunopoly mulai bergerak di bawah bendera CV. Ecofun Indonesia. Annisa pun mulai berpikir tentang cara mengembangkan proyeknya sebagai sebuah bisnis resmi.

Namun, apakah Ecofun kehilangan identitasnya sebagai proyek sosial? Tentu saja tidak.

“Kita juga tetap ingin memberikan impact. Jadi, ga sekadar jualan. Kita pun ingin memberikan dampak sosial. Itulah mengapa kita menyebut Ecofun sebagai social enterprise”, tegas Annisa.

Oleh karena itu, Annisa dan timnya berinisiatif untuk mengangkat isu lingkungan yang lebih luas. Caranya, dengan menambah beberapa varian baru dari gamenya.

“Jadi, gamenya kita buat beberapa sub-tema. Contohnya seperti emisi karbon, sampah, banjir, dan kebakaran hutan”, Annisa menjelaskan.

ecofunopoly

Tidak hanya itu. Sebagai bukti bahwa Ecofun tetap berkontribusi positif terhadap sosial, Annisa juga menjelaskan bagaimana bisnis ini memberdayakan ibu-ibu yang kurang mampu. Sehingga, mereka bisa mendapat penghasilan tambahan.

“Karena kita merasa punya tanggung jawab untuk melibatkan kelompok-kelompok marginal. Kita memutuskan untuk merekrut ibu-ibu yang ekonominya menengah ke bawah untuk mengerjakan proses daur ulang” ujar Annisa.

ibu ibu yang diberdayakan ecofun

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa mereka bekerjasama dengan para pemasok yang terdampak pandemi COVID-19. 

Contohnya, untuk produksi dadu Ecofunopoly, bahan dasarnya menggunakan limbah kayu dari para pengrajin kayu yang kesulitan sejak masa pandemi.

Berkat berbagai usaha dan inovasi yang mereka lakukan, mereka pun berhasil meraih lebih banyak penghargaan internasional.

Penghargaan terbaru yang mereka dapatkan adalah menjadi pemenang kompetisi SDGs & Her yang diadakan oleh Bank Dunia. Penghargaan ini mereka raih di tahun 2020.

sdgs and her ecofun

Selain itu, Ecofun juga berhasil memenangkan kompetisi YSEALI (Young Southeast Asian Leader’s Initiative), yaitu kompetisi yang diinisiasi oleh mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

“Waktu itu, saya sempat bertanya ke pihak penyelenggara. Mereka tahu Ecofun dari mana? Ternyata mereka cari-cari di internet, dan mereka menemukan website Ecofun di Google” cerita Annisa.

“Mereka sudah bisa memverifikasi dan menilai usaha kita dari website. Saya rasa ini jadi salah satu dampak positif dari online presence”, lanjutnya.

penghargaan yseali

Bicara tentang online presence, berbagai penghargaan tersebut memang tak lepas dari usaha Ecofun dalam meningkatkan brand awareness mereka melalui platform online. 

Jadi, apa saja sih usaha yang dilakukan Ecofun untuk mempromosikan bisnisnya via online? Mari kita lihat di bagian selanjutnya!

Memperluas Pasar dan Menjangkau Mitra Bisnis dengan Digital Marketing

Awalnya, Ecofun hanya menggunakan blog untuk meningkatkan awareness brandnya. Akan tetapi, salah seorang teman Annisa berpendapat bahwa sebuah bisnis yang serius harus punya website resmi.

“Saya setuju sih dengan pendapat teman saya. Karena jika orang-orang melihat bisnisnya punya website, pasti mereka akan lebih percaya dengan bisnisnya”, ujar Annisa.

Saat CV. Ecofun Indonesia resmi dibangun di tahun 2016, Ecofun pun resmi memiliki website bisnis yang beralamat di ecofun.id

Mereka juga mulai mengisi konten websitenya secara lebih serius dan konsisten. Jadi, tak heran jika konten website Ecofun mampu menarik pihak pemberi penghargaan.

Dan untuk layanan hostingnya sendiri, Annisa memutuskan untuk menggunakan layanan hosting Niagahoster.

Mengapa harus Niagahoster? Karena saat itu Annisa mendapat rekomendasi dari temannya untuk membangun websitenya di sana. 

“Alasan saya untuk tetap lanjut menggunakan Niagahoster sampai sekarang karena saya suka sama tim CS-nya. Dulu pernah saya coba tanya-tanya dan jawabannya cepat”, puji Annisa.

Saat ini, Annisa mengaku bahwa fungsi utama websitenya adalah untuk meningkatkan awareness dan menyampaikan misi yang dibawa Ecofun. 

halaman utama website ecofun

Untuk penjualannya sendiri, pengunjung akan diarahkan ke link akun marketplace Ecofun, seperti di Shopee atau Tokopedia.

Ketika ditanya tentang manfaat lain dari website, Annisa menjawab bahwa website dapat digunakan untuk memberi jejak digital yang positif pada suatu bisnis.

Buktinya, website Ecofun tidak hanya berhasil menarik calon pembeli. Tapi juga menarik mitra-mitra potensial yang tertarik untuk bekerja sama dengan mereka,

“Kita bermitra dengan beberapa universitas dan yayasan di luar negeri. Contohnya di Australia, Pakistan, dan Jerman. Project yang kita buat dengan mereka ga cuma buat funding, tapi juga exposure”, jelas Annisa.

customer dan partner ecofun

Selain untuk menyampaikan value proposition dan menarik mitra, Ecofun juga memanfaatkan websitenya untuk mengeksekusi strategi bisnis.

Contohnya, salah satu strategi yang dilakukan Ecofun untuk melewati masa pandemi adalah dengan menawarkan layanan baru.

Layanan yang dimaksud adalah online board game session, yaitu sesi game online berbasis Ecofunopoly. Biasanya, game ini digunakan untuk sesi ice breaking pada suatu event.

Sejak layanan ini diluncurkan, Ecofun pun mulai menawarkannya di halaman utama websitenya.

online board game session

“Setelah meluncurkan layanannya, sebenarnya kita agak terkejut sih. Ternyata marketnya ada. Padahal awalnya cuma coba-coba”, canda Annisa. 

Sebagian besar klien online board game session adalah universitas. Karena, banyak universitas yang membutuhkan materi ice breaking edukatif di acara yang mereka adakan.

Menurutnya, ini menunjukan bahwa pasar game digital semakin potensial. Itulah mengapa ke depannya mereka ingin membuat platform online yang berisi game-game Ecofun

Annisa juga berencana untuk semakin memperluas promosi Ecofun ke berbagai platform online. Sehingga, tingkat awareness-nya bisa terus meningkat.

Ingin Seperti Ecofun? Yuk Bangun Website Sekarang Juga!

Berkat dedikasinya, Ecofun mampu menjalankan misinya untuk menyadarkan generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan.

Bermula dari proyek sosial, kini mereka sudah menjadi social enterprise yang membantu belasan ribu penggunanya untuk belajar tentang lingkungan dengan cara yang menyenangkan.

Pencapaian ini juga tak lepas dari keputusan mereka untuk menggunakan platform online, khususnya website. Sehingga mereka dapat meningkatkan awareness dan menyampaikan misi yang mereka bawa.

“Bisnis sekarang ini kalau mau survive memang harus punya digital presence. Salah satunya dengan membangun website”.

– Annisa Hasanah

Nah, jika Anda ingin membangun website berkualitas untuk bisnis Anda, jangan khawatir. Anda bisa mendapatkannya di Niagahoster!

Dengan membangun website di Niagahoster, Anda akan menikmati manfaat-manfaat berikut:

  • Akses website kencang – Website Anda akan didukung LiteSpeed, web server tercepat di dunia.
  • Terlindungi dari serangan hack – Hindari ancaman keamanan website dengan fitur keamanan terbaru seperti Imunify360.
  • Server stabil – Berkat Green Data Center Tier-4 berstandar internasional, Anda tak perlu khawatir website down. Karena servernya stabil 24 jam.
  • Bantuan tim CS 24/7 – Bila ada masalah, Anda bisa menghubungi tim CS Niagahoster kapanpun Anda butuh via live chat, email, atau telepon.

Terlebih lagi, tim Niagahoster akan membuatkan websitenya untuk Anda! Jadi Anda hanya perlu memilih template website yang cocok untuk bisnis Anda, dan tunggu websitenya jadi.

template website di niagahoster

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk klik tombol di bawah untuk bangun website berkualitas di Niagahoster!



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here