Apa itu Reciprocal Link dan Bagaimana Dampaknya ke SEO Website?


Reciprocal link dalam dunia SEO adalah hal yang sangat umum, karena pada dasarnya terbentuknya backlink dari satu website menuju website lainnya adalah proses yang tak bisa dikendalikan oleh pemilik situs.

Jika kamu sudah memiliki blog atau website dalam waktu yang cukup lama, mungkin kamu sering menerima tawaran untuk bertukar link dari pemilik situs lain.

Di kalangan praktisi SEO, reciprocal atau pertukaran link sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak disarankan dan cenderung dihindari. Prasangka ini dikarenakan banyaknya praktik pertukaran link mencurigakan yang terjadi di kalangan pemilik situs-situs ilegal.

Tetapi faktanya, tidak semua pertukaran link yang terjadi dapat dikatikan dengan praktik ilegal dan mencurigakan.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang praktik reciprocal link, ada baiknya kita membahas ulang tentang pengertiannya terlebih dahulu

Apa itu Reciprocal Link?

Reciprocal link adalah tautan yang terjadi antara dua website dan mengarah ke situs satu sama lain. Pada umumnya, hal ini terjadi saat seorang pemilik website memasang sebuah backlink menuju website lain dengan catatan pemilik website lain tersebut melakukan hal yang sama.

Adanya tautan-tautan ini biasanya menandakan adanya keterkaitan antara kedua situs tersebut, baik dalam segi kepemilikan atau konten.

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Website dari Nol

Apakah Reciprocal Link Tidak Baik untuk SEO?

Dalam dunia SEO, reciprocal link seringkali menerima konotasi negatif karena dianggap tidak memiliki nilai khusus di mata search engine atau mesin pencari.

Sebaliknya, banyak praktisi SEO berpendapat bahwa pertukaran link yang terjadi akan dinilai sebagai sebuah hal negatif oleh mesin pencari.

Jika terjadinya sebuah pertukaran link dapat dikaitkan dengan skema pertukaran link yang sering terjadi pada situs-situs ilegal, maka situs terkait akan dicap negatif oleh mesin pencari.

Pada halaman link scheme milik Google, terdapat sebuah paragraf yang menyatakan bahwa pertukaran link yang berlebih antara dua situs dengan tujuan menyambungkan kedua website tanpa adanya fungsi lain adalah hal yang sebaiknya dihindari.

Untuk tujuan pemasaran, tentu pertukaran link antara dua website adalah hal yang menguntungkan bagi para pemilik website.

Tetapi satu hal yang lebih penting untuk diketahui adalah: pemasaran yang baik selalu memiliki nilai untuk audiens.

Jadi jawaban dari pertanyaan “apakah reciprocal link tidak baik untuk SEO?” adalah: tergantung pada fungsi link tersebut.

  • Jika sebuah link memiliki nilai atau manfaat kepada pengguna yang meng-klik link tersebut, maka adanya pertukaran link adalah sebuah hal yang baik.
  • Sebaliknya, jika sebuah link tidak memiliki nilai lain di luar saling memberikan backlink maka pertukaran link tersebut adalah hal yang berdampak negatif bagi SEO.

Baca juga: Panduan Lengkap SEO Terupdate untuk Tahun 2021

Cara Menggunakan Reciprocal Link untuk Meningkatkan SEO Website

Seperti jawaban dari pertanyaan sebelumnya, pertukaran link dapat memberikan efek positif untuk SEO sebuah website jika link tersebut memiliki nilai dan memperbaiki pengalaman membaca pengunjung situsmu.

Berdasarkan konsep tersebut, dua langkah ini dapat kamu manfaatkan untuk meningkatkan SEO website dengan saling bertukar link.

  • Berikanlah link ke situs relevan & berkualitas yang meningkatkan pengalaman membaca pengunjung.
  • Pastikan link yang mengarah ke situsmu juga memiliki relevansi dengan konten yang ada pada halaman tersebut.
  • Bangunlah hubungan baik dengan situs lain sehingga reciprocal link terjadi secara organik dan alami.

Jika dilakukan dengan benar, bahkan reciprocal link dapat menguntungkan kedua belah pihak secara bersamaan.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Ahrefs, sebanyak 43.7% halaman berperingkat 1-10 di mesin pencari Google memiliki reciprocal link yang mengarah ke situs satu sama lain.

reciprocal link

Hal ini mengindikasikan bahwa reciprocal link adalah sebuah hasil yang alami dari terbentuknya sebuah jaringan internet.

Tetapi hasil penelitian ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui relevansi link dengan peringkat sebuah halaman di mesin pencari Google. Hanya saja, penelitian ini cukup menunjukkan bahwa terjadinya reciprocal link memang sebuah hal yang umum dalam dunia web.

Baca juga: 13 Cara Meningkatkan Traffic Website yang Wajib Dicoba

Risiko Penggunaan Reciprocal Link

Reciprocal link yang terjadi secara organik dan tanpa adanya perjanjian antara kedua pemilik situs tentu akan memberikan efek positif. Tetapi jika dilakukan tanpa adanya nilai atau kegunaan dari link tersebut, maka pertukaran link dapat menjadi bumerang.

Berikut ini adalah beberapa risiko pertukaran link yang dapat merusak SEO sebuah website:

1. Site Penalty

Dalam panduan Google Webmaster, reciprocal link adalah sesuatu yang dilarang keras.

Pertukaran link berlebih mengindikasikan adanya upaya untuk memanipulasi hasil pencarian dengan adanya pertukaran link antara situs-situs terkait.

Jika sebuah situs terindikasi melakukan hal ini, maka ada risiko tinggi Google akan memberikan hukuman (penalty) ke situs tersebut.

2. Mengurangi Authority & Ranking

Jika kamu memberikan link ke situs lain yang tidak memiliki relevansi dengan konten yang ada di situsmu, maka ada risiko bahwa authority dan peringkat situs di mesin pencarian akan menurun.

Sebelum memberikan sebuah link, pastikan konten yang ada di halaman tersebut memiliki relevansi dengan kontenmu.

Secara umum, kamu disarankan untuk memberikan link ke situs yang memiliki domain authority dan page authority lebih tinggi daripada situsmu.

3. Meningkatkan SEO Situs Kompetitor

Jika kamu tidak melakukan riset yang teliti dan memberikan link ke sebuah situs atau halaman dengan target keyword yang sama dengan situsmu, maka kamu akan secara langsung membantu situs tersebut untuk mendapat peringkat yang lebih tinggi.

Ditambah lagi jika situs tersebut memandang kontenmu sebagai kompetitor, maka kemungkinan kecil pemilik situs akan memberikan link kembali ke situsmu.

4. Hilangnya Kepercayaan Algoritma Search Engine

Kepercayaan algoritma mesin pencari adalah sesuatu yang sulit untuk diperoleh, terlebih lagi jika situsmu pernah menerima hukuman.

Hilangnya kepercayaan mesin pencari dapat disebabkan oleh dua hal:

  • Adanya pertukaran link dalam jumlah berlebih.
  • Anchor text yang digunakan dalam pertukaran link tidak memiliki relevansi dengan konten.

Apakah Kamu Perlu Membangun Reciprocal Link?

Jawaban singkatnya: tidak.

Jika kamu secara aktif berusaha untuk melakukan pertukaran link dengan situs lain, maka ada kemungkinan upaya tersebut akan menjadi bumerang untuk SEO website kamu.

Tetapi jika kamu membangun adanya hubungan dengan situs-situs terkait sehingga pertukaran link terjadi secara organik dan alami, maka SEO website kamu akan meningkat dengan sendirinya.

Pembangunan hubungan ini dapat dimulai dengan memberikan link kepada konten relevan milik situs lain dalam industri yang sama. Hal ini akan memunculkan nama situs ke radar pemilik situs lain dalam satu industri — yang dapat memicu adanya link yang mengarah ke situsmu.

Jadi berhati-hatilah dalam memberikan atau menerima link. Satu atau dua link dengan kualitas rendah mungkin tidak akan berdampak besar. Jika terjadi reciprocal link yang berkualitas rendah dan terkesan spammy, situsmu dapat terkena hukuman.

Selain membangun link yang relevan dan berkualitas, kecepatan waktu muat situsmu juga menjadi salah satu faktor yang menentukan performa SEO-nya. Maka dari itu, gunakanlah layanan hosting terbaik yang cepat, aman, dan dapat diandalkan dari Dewaweb. Salam sukses online!





Sumber

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,763FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles