Apa itu Dropship? 7 Cara Menjadi Dropshipper Sukses di 2021


kamu yang sedang membaca artikel ini mungkin mengharapkan panduan yang lengkap agar kamu bisa segera menjalankan bisnis dropship atau dropshipping sesegera mungkin hingga sukses.

Kami akan memberikan cara sukses menjadi dropshipper dengan langkah-langkah seperti:

  1. Memilih jenis produk dengan pangsa pasar yang luas
  2. Memilih penyedia barang yang tepat
  3. Memberikan nilai jual unik kepada produk
  4. Membangun brand dan identitas bisnis
  5. Membuat website toko online berkualitas
  6. Membangun sistem pembayaran yang aman
  7. Menciptakan alur promosi, penjualan, dan pasca jual yang baik

Tentu saja, kami akan membahas lebih lengkap tentang tips-tips di atas. Yuk, kita bahas lebih lengkap!

Apa itu Bisnis Dropshipping?

Dropshipping adalah sebuah model bisnis jual beli di mana penjual tidak menyimpan stok produk tersebut, melainkan menyalurkannya langsung dari pemasok menuju pembeli.

Pada bisnis dropship, pihak penjual tidak melakukan penyimpanan stok ataupun pengiriman barang. Dropshipper hanya berperan sebagai perantara yang menawarkan produk dari pemasok (supplier) kepada pembeli (buyer).

Jika kamu masih bingung, berikut kami telah membuat skema yang bisa mempermudah kamu mengerti apa itu sebenarnya kegiatan bisnis dropshipping.

Baca Juga: Bisnis Kecil Menggaet Pelanggan Besar – Seperti Apa Strateginya?

Apa Perbedaan Bisnis Dropship dengan Reseller?

Setelah membaca sekilas tentang bisnis dropship, mungkin kamu akan langsung membandingkannya dengan model penjualan reseller. Lalu, apa yang membedakan model penjualan dropship dengan reseller?

Baca Juga: 7 Strategi Content Marketing untuk Bisnis kamu

Keuntungan Menjadi Dropshipper

Sebenarnya ada banyak manfaat atau keuntungan yang bisa didapat dari bisnis dropship ini. Berikut kami akan menjelaskan satu per satu, agar kamu yakin untuk memulai bisnis dropship kamu.

1. Dapat Dijalankan dengan Modal Kecil

kamu sebagai dropshipper tidak perlu berinvestasi atau cari modal banyak-banyak untuk melakukan jenis bisnis satu ini. Modal mungkin harus besar bagi para reseller atau penjual yang melakukan bisnisnya secara tradisional.

Nah, dengan kegiatan dropshipping ini, kamu tidak perlu beli produknya dulu kecuali si pembeli yang tertarik sudah melakukan transaksi atau beli ke kamu. Itupun kamu tinggal meneruskan uang yang sudah kamu terima dari si pembeli dan bisa langsung mengambil keuntungannya.

Uang atau modal juga jadi lebih sedikit karena kamu tidak usah memikirkan biaya sewa atau beli tempat penyimpanan buat barang atau produk-produk yang mau kamu jual.

2. Proses Operasional Sangat Mudah

Bisnis ini juga bisa dikatakan mudah untuk dijalankan, walau kamu hanya sendirian menjalankannya. Tentunya, ini karena kamu tidak perlu berurusan dengan produk atau pembeli kamu secara fisik.

Jika kamu bergelut dalam penjualan yang tradisional pada umumnya, kamu harus capek-capek melakukan kampanye langsung atau menjadi sales dengan berkomunikasi ke satu dan lebih banyak orang secara tatap muka. Bisnis di era digital kini membuat hal itu jadi lebih mudah.

Bahkan bila kamu membaca penjelasan kami sebelumnya soal konten dari supplier, kamu sudah punya foto produk dan keterangan lainnya yang tinggal kamu upload dan masukkan ke media penjualan kamu. kamu juga tak perlu mengurus inventarisasi, pengelolaan gudang atau storage, pengemasan dan pengiriman barangnya. Benar-benar tidak ribet, bukan?

3. Lokasi dan Waktu Berjualan Fleksibel

Mengenai lokasi dan waktu, ini sudah pasti fleksibel. kamu bisa mengatur diri sendiri, kapan kamu mau mulai membuka online store kamu dan sampai pukul berapa aktivitas transaksi atau belanja dijalankan. kamu sebagai dropshipper juga bisa melangsungkan bisnis di mana saja dengan satu ketentuan mutlak, koneksi internet yang memadai.

Bila kamu kewalahan menangani banyaknya calon pembeli atau klien yang sudah lama berlangganan, kamu bisa membagi beban ke anggota keluarga atau teman terdekat untuk ikut berbisnis bersama tanpa mengorbankan pekerjaan utama mereka sebelumnya.

4. Pilihan Produk Jualan Bervariasi

Karena kamu tidak usah pusing memikirkan pembelian produk terlebih dahulu secara fisik dan di mana kamu mau menyimpan produk yang akan dijual kembali, kamu bisa memilih apa saja produk yang ingin kamu tawarkan ke calon pembeli kamu. Segala jenis produk, berapa banyak variasinya tentunya bisa kamu pilih untuk promosikan.

5. Hemat Waktu, Tenaga dan Pikiran

Memang menjadi dropshipper tidak terlalu capek seperti yang dialami para pebisnis yang melangsungkan penjualannya secara fisik. Namun ini semua kembali kepada kamu yang bisa mengatur sendiri kapan dan sampai batas mana kegiatan kamu meladeni pelanggan. kamu pun bisa membuat pengumuman jika kamu ingin waktu off atau libur di hari tertentu.

Baca Juga: Menerapkan Sales Funnel Agar Bisnis Online Sukses

6. Tak Perlu Menyewa Gudang

Karena bisnis dropshipping tidak memerlukan stok, otomatis kamu tidak perlu memiliki atau membayar sewa gudang penyimpan barang. Semua barang akan dikirim langsung oleh produsen atau pemasok, jadi kamu tak perlu repot-repot mengatur dan menyimpan inventori.

7 Cara Menjadi Dropshipper Sukses

Setelah mengetahui apa saja keuntungan bisnis dropship, berikut ini adalah 7 cara menjadi dropshipper:

1. Memilih Jenis Produk dengan Pangsa Pasar Baik

Langkah pertama untuk membangun bisnis dropshipping yang sukses adalah menentukan jenis barang yang ingin dijual. Pastikan jenis barang yang kamu pilih sebagai produkmu memiliki  pangsa pasar yang cukup agar lingkup penjualanmu semakin luas.

Untuk meningkatkan keuntungan bisnis, tentunya kamu perlu memilih lebih dari satu produk untuk dijadikan barang jualan. Jika kamu kesulitan menentukan jenis barang apa yang ingin dijual oleh bisnis dropship-mu, gunakanlah analisis SWOT untuk menentukan kelebihan, kekurangan, ancaman, dan peluang bisnisnya.

2. Memilih Supplier Barang Berkualitas dan Terpercaya

Memuai Bisnis Dropship - Free Photo Pexels - Dewaweb

Perlu diingat bahwa seorang dropshipper tidak ikut campur di dalam pengecekan kualitas barang yang mereka kirim, dan mereka juga tidak ikut andil dalam proses pengiriman barangnya.

Maka dari itu, kamu harus memberikan perhatian ekstra terhadap pemilihan pemasok barang. Pastikan pemasok barang tersebut tak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga handal dalam mengelola alur pengiriman barang. Memilih supplier yang salah akan mempersulit bisnismu, karena semua tanggung jawab kualitas dan pengiriman barang ada pada pemilik bisnis dropship, bukan pada pihak supplier. Ada baiknya juga jika kamu melakukan uji produk terlebih dahulu dari beberapa supplier dan menentukan siapa yang memiliki kualitas produk terbaik.

Kamu dapat menentukan supplier yang tepat dengan merujuk kepada beberapa pertanyaan bisnis berikut ini:

  • Apa saja barang yang disediakan supplier dan berapa harganya?
  • Apa saja opsi pembayarannya? dan apakah ada biaya tambahan?
  • Bagaimana kualitas pengemasan barang dari supplier?
  • Bagaimana kebijakan pengembalian barang dari supplier?
  • Bagaimana ulasan pelanggan lain supplier?

Baca Juga: Panduan Membuat Akun Instagram Bisnis

3. Memberikan Nilai Jual Unik pada Barang

Kerjasama Supplier Ddropship - Pexel Free Photo - Dewaweb

Untuk meningkatkan minat pembeli terhadap barang yang kamu jual, kamu perlu menambahkan nilai jual unik (unique selling point) terhadap produk tersebut.

Kebanyakan bisnis dropship akan berlomba-lomba menjual produk dengan harga murah, tetapi hal tersebut tidak selalu menjadi solusi yang tepat untuk bisnis yang sukses.

Penambahan nilai jual pada bisnis dropship adalah sebuah tantangan, karena kamu tidak memiliki campur tangan dalam kualitas, pengemasan, atau desain produk.

Maka dari itu, kamu dapat meningkatkan nilai jual dari segi lain seperti pelayanan pelanggan, jaminan kualitas, gratis ongkos kirim, memberikan bonus produk, menawarkan diskon untuk pembelian selanjutnya, dan sebagainya.

4. Membangun Brand dan Identitas Bisnis

Menentukan Brand Dropship - Pexels Free Photo - Dewaweb

Brand identity atau identitas merek adalah elemen yang dapat dilihat dari sebuah bisnis seperti logo, skema warna, desain produk, dan tampilan website atau toko online yang membedakan sebuah brand dari kompetitornya.

Tujuan dari membangun brand untuk sebuah bisnis dropship adalah untuk merepresentasikan nilai dan visi dari usahamu. Meskipun pada akhirnya bisnis dropship adalah usaha untuk mendapatkan laba, pelanggan tak akan datang hanya karena harga produk yang murah.

Selain itu, membangun brand dan identitas bisnis dapat meningkatkan kesetiaan pelanggan. Dengan memiliki branding yang kuat, maka nama tokomu akan lebih mudah dikenal dan diingat oleh para pelanggan.

Baca juga: Cara Meningkatkan Brand Awareness untuk Bisnismu

5. Membuat Website Toko Online Berkualitas

Membangun website toko online sendiri untuk bisnis dropship milikmu dapat membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan terhadap brandmu.

Setiap kelompok orang memiliki caranya sendiri untuk menilai tingkat kredibilitas sebuah bisnis. Generasi baby boomers mungkin menilai sebuah bisnis dari berapa lama mereka sudah beroperasi. Sedangkan kebanyakan milenial akan lebih mudah percaya kepada bisnis dengan digital presence yang kuat.

Mengingat dropshipping adalah model bisnis yang didominasi oleh transaksi online, maka memiliki website adalah sebuah investasi yang tepat untuk meningkatkan rasa percaya pelanggan terhadap brand bisnismu.

Untuk membangun sebuah website professional, tentunya kamu perlu memiliki kemampuan web design atau memiliki budget untuk membayar jasa web designer.

Tetapi ada solusi mudah dan murah untuk membuat website toko online untuk bisnis dropship milikmu, yaitu dengan menggunakan layanan Dewastore. Dewastore dapat membantumu membuat toko online dengan mudah dan cepat mulai dari Rp99 ribu saja.

6. Membangun Sistem Pembayaran yang Aman

Selain memiliki toko online yang profesional, tentunya kamu juga harus menggunakan sistem pembayaran yang aman dan terpercaya. Kamu dapat menggunakan payment gateway pada toko online dropshipping milikmu.

Tetapi jika kamu tak keberatan untuk membayar biaya admin untuk setiap penjualan, kamu dapat membuka toko online di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, BukaLapak, dan sebagainya.

Marketplace sudah memiliki sistem pembayaran dan jaminan keamanan transaksi yang teruji, sehingga kamu tak perlu repot melakukan konfigurasi teknis.

7. Memberikan Layanan Pelanggan Pasca Jual

Kebanyakan bisnis dropship memiliki layanan pelanggan yang kurang berkualitas. Pasalnya, bisnis dropship tidak memiliki kendali atas kualitas barang, kecepatan pengiriman, atau pengembalian barang.

Agar bisnis dropshipping milikmu sukses, kamu harus memiliki tanggung jawab penuh untuk melayani setiap keluhan pelanggan meskipun kerusakan produk dan masalah pengiriman berada di luar kendalimu.

Simpulan

Model bisnis dropship adalah salah satu jenis usaha yang dapat dilakukan oleh siapa saja terlepas dari keahlian, pekerjaan, ataupun modal awal. Karena itu, menjadi dropshipper adalah hal yang wajib dicoba untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Tetapi jika kamu lebih tertarik untuk memulai bisnis online sendiri dari nol, kamu dapat memulai perjalananmu dengan membuat website dengan Dewaweb. Mulai dari Rp20 ribu-an per bulan, kamu bisa mendapatkan hosting website untuk bisnis online yang cepat, aman, dan dapat diandalkan!





Sumber

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,989FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles