Penjelasan, Fungsi, dan Cara Membuatnya [Update 2021]


Infografis merupakan salah satu cara paling efisien untuk menyajikan data dan informasi dalam format yang lebih mudah dicerna. Daya tarik visual sangat berguna dalam menyederhanakan informasi yang kompleks untuk menjadi lebih singkat dan jelas ke dalam satu gambar.

Tak sedikit kita jumpai konten infografis yang dibagikan di media sosial ataupun portal berita. Infografis kini telah berkembang menjadi sarana komunikasi untuk menjangkau khalayak luas.

Bagi para internet marketer, membagikan konten berbentuk infografis dianggap sebagai salah satu cara meningkatkan trafik website yang efisien. Hal ini karena audiens lebih tertarik pada konten yang berbentuk visual.

Nah di artikel kali ini, Dewaweb akan membahas apa itu infografis hingga tips bagaimana cara membuat infografis yang menarik. Baca di bawah ini ya!

Baca Juga: Menarik Pembaca Dan Membuat Mereka Betah Di Blog Anda

Apa Itu Infografis?

Infografis atau (dalam kbbi) infografik adalah data dan informasi yang disajikan dalam bentuk visual. Nama infografis sendiri diambil dari bahasa Inggris, infographic, yaitu information (informasi) dan graphic (grafis). Infografis dibuat dengan tujuan menyajikan informasi kompleks jadi lebih sederhana ke dalam bentuk visual yang mudah dipahami bagi pembaca.

Selain grafik, ada berbagai elemen yang terkandung dalam infografis, yaitu perpaduan gambar ilustrasi, ikon, foto, dan teks untuk menghasilkan visualisasi data yang menarik.

Kegunaan Infografis

Selain tampilannya yang menarik dan mudah dipahami pembaca, membuat infografis ternyata memiliki banyak keuntungan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Menyampaikan informasi dengan lebih efektif

Infografis berisi informasi dan data yang dirangkum ke dalam bentuk visual. Tampilan visual membuat pembaca lebih tertarik dibanding dengan membaca data yang disajikan dalam bentuk tulisan saja.

Informasi yang dirangkum dalam bentuk infografis membuat setiap pembaca dapat langsung mengetahui inti penjelasan yang disampaikan dengan cepat.

2. Meningkatkan trafik website

Infografis ternyata tidak hanya memudahkan pembaca menyimak informasi, namun juga bisa meningkatkan trafik website.

Dilansir dari sumber, audiens lebih menyukai konten berbentuk infografik, dan mereka akan cenderung membagikannya ke berbagai jejaring sehingga hal ini dapat meningkatkan trafik sebuah situs.

3. Meningkatkan efektivitas pemasaran digital

Infografis memberikan pemahaman lebih akan suatu informasi, produk, jasa ataupun brand. Konten infografis berpotensi untuk mendapatkan lebih banyak trafik dan menjadi viral.

Karena daya tariknya, kemampuan infografik untuk dibagikan di media sosial dan menjadi viral jauh lebih tinggi daripada konten teks biasa.

4. Menjadi konten yang mudah dibagikan

Ketika kamu menyertakan kode embed pada infografis yang diposting, orang-orang akan dengan mudah membagikan konten tersebut dengan menyematkannya langsung ke halaman web mereka.

Infografis yang disematkan kemudian akan secara otomatis menautkan kembali ke website kamu. Ini dapat membawa pembaca dari situs lain langsung ke situsmu. Hal ini tentu sangat menguntungkan untuk

5. Membangun backlink ke website

Menurut HubSpot, postingan blog yang menyertakan konten infografik di dalamnya menghasilkan rata-rata 178% inbound link lebih banyak dan memperoleh 72% views yang lebih banyak dibandingkan dengan post lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa infografik mampu membangun backlink ke website dan menarik banyak pengunjung.

6. Sebagai aset content marketing

Konten infografis adalah aset dalam melakukan pemasaran. Seperti yang sudah disebutkan pada manfaat-manfaat sebelumnya, infografis memiliki daya tarik tersendiri untuk menggait khalayak luas. Oleh karena itu infografis merupakan solusi untuk mendukung strategi content marketing.

Baca Juga: Cara Membuat Konten Berkualitas dan Fakta tentang SEO

Cara Membuat Infografis

Kamu sudah mengetahui tentang apa itu infografis dan apa saja keuntungan yang dapat diraih. Nah bagi kamu yang tertarik untuk membuatnya, simak langkah-langkah membuat infografis berikut ini ya!

1. Memilih Topik

Langkah pertama cara membuat infografis bisa kamu awali dengan menentukan topik. Informasi apa yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca? Persiapkan konsep awal pembuatan ide terlebih dahulu sebelum memulainya.

Dalam memilih topik, buatlah daftar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan informasi tersebut. Dari satu topik bisa kamu jabarkan menjadi beberapa bahasan menarik untuk menggait minat pembaca.

Kemudian perkirakan apakah infografis yang akan dibuat memiliki relevansi di situasi sekarang atau tidak. Topik yang sedang hangat di tengah masyarakat sering menjadi sasaran untuk dijadikan konten infografis. Ini dapat memengaruhi trafik yang akan didapat nantinya.

2. Menentukan audience

Langkah kedua, tentukan audiens atau target user. Kamu perlu menentukan target pembaca infografis, misalnya berdasarkan gender, usia, profesi dan lain-lain. Pastikan juga untuk melakukan riset mengenai audience yang akan targetkan.

Hal ini diperlukan agar elemen-elemen dalam infografis nantinya dapat disesuaikan. Seperti penggunaan tata bahasanya, desain tampilan ataupun tipografi. Dengan menentukan audiens yang spesifik, kamu dapat lebih mudah membuat konsep infografis  yang ingin ditampilkan.

Contohnya jika kamu menargetkan audiens di usia remaja, maka dapat dibuat konsep desain yang eye-catching, ringan namun tetap informatif bagi kalangan anak muda.

3. Memfokuskan Tujuan

Menentukan fokus tujuan akan membuatmu lebih mudah memilah informasi dan data-data yang akan dimasukkan ke dalam infografis.

Setelah nanti kamu melakukan riset, tentu akan banyak menemukan informasi dan data yang menunjang topik pembahasan.

Dengan memfokuskan tujuan terlebih dahulu, kamu bisa lebih mudah menyeleksi informasi mana yang perlu ditampilkan dalam infografis dan mana yang hanya menjadi pendukung.

4. Melakukan riset data dan sumber informasi

Tahap selanjutnya adalah melakukan riset dan mencari data untuk dijadikan sumber informasi. Di tahap ini, kamu perlu memperhatikan dari mana informasi dan data-data tersebut berasal.

Saat ini banyak ditemukan hoaks yang disebarluaskan ke khalayak luas. Pastikan untuk mengambil data dari sumber yang kredibel dan akurat untuk dijadikan landasan.

Manfaatkan berbagai media untuk mencari sumber informasi. Bisa dari jurnal, artikel dari sumber terpercaya, hasil penelitian lembaga terkait maupun data asli di lapangan.

Baca Juga: 9 Cara Agar Konten Website Kamu Diklik Banyak Orang

5. Visualisasi data ke dalam grafik

Setelah informasi terkumpul, saatnya memvisualisasikan data-data tersebut ke dalam grafik. Agar penyajiannya tepat, kamu bisa gunakan metode ICCORE yaitu, Inform, Compare, Change, Organize, Relationship dan Explore. Simak contoh dan penjelasannya berikut.

Inform

Tidak berisi banyak teks, namun informasi penting dapat tersampaikan. Bentuk ini biasanya menggunakan statistik dengan angka yang menonjol, teks besar, tebal, dan warna mencolok.

Tipe inform-Infografis

Tambahkan ikon pada teks untuk memberikan penegasan pada informasi yang ingin disampaikan.

Tipe Inform

Pictograph

Compare

Compare digunakan untuk menunjukkan persamaan atau perbedaan antara keseluruhan data. Jika ingin menyajikan data seperti itu, kamu bisa gunakan diagram batang, kolom, lingkaran, diagram donat, atau pictograph untuk membandingkan satu data dengan data lainnya.

Infografis adalah - Compare chart

Infografis adalah - Compare chart 2

Change

Bentuk change sering digunakan dalam membuat jenis timeline infographic. Jika infografis ditujukan untuk memperlihatkan perubahan data, kronologi atau konsep dari waktu ke waktu, bentuk ini cocok kamu gunakan dalam penyajian informasi.

Tipe infografis Change - Line and area chart

Gunakan bagan garis atau timeline untuk menunjukkan perubahan waktu dari masa ke masa atau menjelaskan sebuah peristiwa.

Timeline infografis

Organize

Organize digunakan bila ingin menunjukkan data dan informasi secara berurutan. Bentuk ini biasanya digunakan untuk memperlihatkan pola, kelompok dan urutan ranking.

Tipe Organize (list chart)

Dengan menggunakan bentuk ini, kamu bisa mengurutkan data dan membuat peringkat dengan memberikan informasi tambahan di setiap elemennya. Bentuk tabel, mindmap atau flowchart  bisa kamu gunakan untuk menunjukkan data.

Tipe Organize - Table chart

Tipe Organize - Flowchart

Tipe Organize - Mind map

Relationship

Bentuk relationship cocok digunakan jika ingin menunjukkan hubungan antara satu data dengan yang lainnya. Diagram jenis scatter plot dan multi-series plot bisa kamu gunakan untuk menyajikan datanya.

Tipe Relationship - Scattterplot

Tipe Relationship- Multiseries plot chart

Explore

Selanjutnya ada bentuk explore. Explore digunakan jika kamu ingin pembaca melakukan penggalian data lebih mendalam.

Kamu bebas merancang bentuk grafik yang sesuai dengan detail data yang dimiliki supaya terlihat lebih menarik. Infografis dengan metode ini biasanya memperbolehkan pembacanya menjelajahi sendiri data-data yang disajikan. Hal ini bisa diwujudkan dengan berbagai fitur tambahan dalam infografik.

6. Merancang grid layout

Layout infografis

Tahap selanjutnya setelah melakukan visualisasi data ialah merancang grid layout. Yang dimaksud di sini adalah tata letak untuk mengatur setiap elemen dalam infografik, seperti teks, gambar dan diagram.

Grid layout penting karena berguna sebagai penentu alur baca. Pastikan juga desain infografis dapat mengarahkan pandangan pembaca dari elemen ke elemen dengan benar.

7. Gunakan template infografis

Bagi pemula, kamu bisa gunakan template infografik yang sudah disediakan oleh berbagai platform. Daftarnya bisa kamu lihat pada 10+ Tools Gratis Terbaik untuk Membuat Infografis [Update 2021].

Tools-tools desain tersebut menyediakan berbagai pilihan template infografis yang siap pakai. Pilih model template yang sesuai dengan topik infografis.

8. Desain tampilan infografis

Di tahap ini kamu dapat menghias tampilan infografik agar menjadi lebih menawan. Perhatikan tampilan secara keseluruhan, apakah sudah cukup menarik dan eye-catching untuk dilihat pembaca.

Perpaduan elemen-elemen seperti pemilihan warna, tipografi, penggunaan bahasa, gambar ilustrasi, ikon dan lain-lain harus disesuaikan agar terlihat konsisten.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Jitu untuk Dapat Uang dari Blog

9. Review desain

Lakukanlah review untuk mengetahui apakah pembaca nantinya dapat membaca infografis dengan alur yang benar sekaligus mengerti informasi yang disampaikan.

Kamu bisa coba menanyakannya ke kerabat tentang pendapat mereka. Lalu revisi kembali hal-hal yang kurang dan jadi hambatan bagi pembaca.

Tips Membuat Infografis yang Menarik

  • Pilih jenis font yang mudah dibaca.
  • Mengilustrasikan teks dengan ikon, gambar dan ilustrasi untuk memberi highlight informasi.
  • Menggunakan warna yang kontras untuk mengarahkan perhatian pembaca.
  • Membuat hirarki teks dengan tiga jenis font yang berbeda.

Simpulan

Itu dia penjelasan mengenai infografis dan cara membuatnya yang bisa kamu coba. Infografis membuat informasi dapat disajikan secara menarik sekaligus mudah dipahami sehingga meningkatkan minat pembaca.

Banyak kegunaan yang didapat dengan membuat konten infografik. Selain untuk media penyampaian informasi yang efektif, infografis bisa dijadikan metode untuk menambahkan trafik. Manfaatnya juga bisa dirasakan bagi perusahaan untuk meningkatkan brand awareness dan menjadi aset untuk tujuan pemasaran.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang ingin membuat infografis yang menawan. Selamat mencoba, Sahabat Dewaweb!





Sumber

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,989FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -

Latest Articles