Panduan Lengkap Tracking Konversi di WordPress

0
82


Bagi Anda yang memulai bisnis di ranah online pasti sudah menerapkan digital marketing. Dan, pastinya Anda ingin tahu cara menilai kinerja marketing yang sudah dijalankan, bukan?

Di situlah Anda memerlukan conversion tracking atau pelacakan konversi. Di artikel ini, Anda diajak untuk menerapkan tracking konversi di WordPress dengan beberapa cara. Selamat belajar!

Apa Itu Conversion Tracking?

Conversion tracking adalah upaya mengukur kinerja campaign pemasaran online, baik di website maupun media lainnya.

Konversi apa yang diukur?

Tentu tergantung dengan tujuan Anda. Di website e-commerce, misalnya, konversi yang ingin diukur mungkin jumlah pembelian produk.

Beda lagi jika Anda seorang blogger. Lamanya pengunjung berada di blog atau jumlah pengunjung yang mendaftar email list bisa dianggap konversi.

Nah, apakah conversion tracking itu penting untuk bisnis Anda? Tentu saja! Yuk, simak alasannya di bagian selanjutnya!

Baca Juga: Apa Itu Conversion Rate dan Cara Optimasinya

Mengapa Perlu Conversion Tracking?

Coba bayangkan saat media cetak masih menjadi sarana utama pemasaran. Pernahkah Anda penasaran dengan cara perusahaan mengetahui dampak iklannya di koran, pamflet, atau billboard?

Mengukur kesuksesan iklan pada saat itu memang tidak mustahil, tetapi sulit. Belum lagi, biaya memasang iklan di media massa tidak murah.

Kini situasinya berbeda karena pemasaran dilakukan dengan media online. Anda jadi bisa menilai kinerja upaya marketing dengan bantuan conversion tracking.

Karena bisa mengukur efektivitas pemasaran, Anda jadi bisa memperbaiki campaigncampaign yang dijalankan. Alhasil, Anda bisa memaksimalkan return on investment pemasaran.

Lalu, bagaimana cara melakukan conversion tracking? Simak di bawah ini.

Cara Melakukan Conversion Tracking di WordPress

Conversion tracking dilakukan dengan tool online. Saat ini ada banyak tool yang bisa Anda gunakan. Google Analytics adalah salah satunya.

Google Analytics merupakan tool wajib untuk tracking konversi di WordPress. Alasannya, informasi yang ditampilkan oleh tool ini beragam, termasuk:

  • Jenis perangkat yang digunakan pengunjung
  • Top keywords (kata kunci halaman-halaman yang ramai diakses)
  • Asal pengunjung
  • Lamanya pengunjung berada di website
  • Perilaku pengunjung di website
  • Bounce rate (jumlah pengunjung yang meninggalkan website setelah mengaksesnya)

Di samping itu, Google Analytics juga fleksibel. Anda bisa menentukan sendiri jenis konversi yang ingin dilacak. Misalnya menghitung jumlah pengunjung yang mengisi formulir kontak di website Anda. Di bawah ini adalah langkah-langkah untuk melakukannya:

  1. Membuat akun Google Analytics
  2. Menghubungkan Google Analytics dengan website
  3. Membuat formulir halaman konversi
  4. Setup goal di Google Analytics

1. Membuat Akun Google Analytics

Cara membuat akun Google Analytics sangat mudah. Apalagi jika Anda sudah punya akun Google. Anda tinggal mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Akses halaman Google Analytics dan log in dengan akun Google Anda.

2. Setelah masuk ke Google Analytics, masuk ke menu pengaturan dan klik tab Admin. Klik Create Account.

Conversion tracking - tombol create account Google Analytics

3. Buat nama akun dan ketik di kolom yang tersedia. Jika sudah, klik Next.

Kolom untuk nama akun Google Analytics

4. Tentukan property name, time zone, dan currency, kemudian klik Next.

Kolom property name Google Analytics

5. Tentukan industry category, business size, dan alasan Anda menggunakan Google Analytics. Klik Create.

Informasi bisnis untuk akun Google Analytics

6. Akan muncul persetujuan terms of service Google Analytics. Pastikan Anda pilih negara Indonesia seperti yang ditunjukkan di gambar berikut ini. Jika sudah, klik I Accept.

Menyetujui terms of service Google Analytics

7. Akun Google Analytics Anda sudah jadi. Mudah, bukan?

2. Menghubungkan Google Analytics dengan Website

Agar Google Analytics bisa menampilkan data konversi, Anda harus menghubungkannya dengan website Anda. Caranya:

1. Di tab Admin, klik Data Streams, lalu pilih Web.

Conversion tracking- tombol untuk menghubungkan website dengan Google Analytics

2. Pada halaman selanjutnya, ketikkan URL website dan Stream Name. Jika sudah, klik Create Stream.

Kolom URL website di Google Analytics

Dengan menyelesaikan kedua langkah di atas, website Anda sudah terhubung dengan Google Analytics. Namun, perlu Anda ingat bahwa Google Analytics baru bisa menampilkan data setelah 12 hingga 24 jam.

Baca Juga: Cara Memasang Google Analytics di WordPress

3. Membuat Formulir Kontak dan Halaman Konversi

Sarana untuk mendapatkan konversi di website ada bermacam-macam. Namun, barangkali salah satu yang sering digunakan adalah formulir kontak.

Nah, Anda bisa mengukur konversi yang dihasilkan dari formulir tersebut dengan Google Analytics. Caranya, Anda menentukan goal di Google Analytics.

Namun, ada tiga hal yang harus Anda lakukan di WordPress sebelum menentukan goal, yaitu:

  1. Membuat formulir kontak
  2. Membuat halaman konversi
  3. Setup redirect dari formulir kontak ke halaman konversi

Membuat Formulir Kontak

Anda bisa membuat formulir kontak di WordPress dengan plugin Contact Form 7. Untuk mempelajari cara menggunakan plugin tersebut, silakan ikuti panduan kami.

Editor Contact Form 7

Jika sudah membuat formulir kontak, Anda tinggal menambahkannya ke halaman yang diinginkan. Klik Contact di sidebar WordPress, lalu temukan formulir yang barusan Anda buat di daftar yang ada.

Shortcode formulir kontak

Kode yang ditandai dengan kotak merah pada gambar di atas adalah shortcode dari formulir yang Anda buat. Simpan shortcode tersebut.

Sekarang, Anda buka halaman yang ingin diberi formulir di editor WordPress. Tambahkan blok shortcode dan masukkan shortcode tadi ke kolom yang tersedia. Dengan demikian, formulir Anda akan muncul di halaman tersebut.

Memasukkan shortcode formulir kontak di blok editor WordPress

Membuat Halaman Konversi

Halaman konversi adalah halaman yang dituju oleh pengunjung website setelah mereka mengisi formulir Anda. Isi halamannya tinggal disesuaikan dengan tujuan dari formulir yang telah Anda buat. Contohnya seperti di bawah ini.

Membuat halaman konversi di WordPress

Perlu diingat. Sebelum mem-publish halaman ini, pastikan bahwa slug URL-nya jelas. Misalnya /terima-kasih/. URL ini akan Anda gunakan saat redirect nanti.

Nah, bagaimana cara menentukan slug URL? Pada baris sebelah kanan di editor WordPress, klik tab Page dan cari tab Permalink. Di kolom yang tersedia, Anda tinggal mengetikkan slug-nya.

Kolom untuk edit permalink di editor WordPress

Setup Redirect

Anda membutuhkan redirect JavaScript untuk mengarahkan pengunjung yang mengisi formulir ke halaman konversi. Ini bagian penting dalam tracking konversi di WordPress. Untuk mempermudahnya, Anda bisa menggunakan plugin Code Snippets.

Plugin Code Snippets

Setelah menginstal plugin tersebut, buatlah redirect dengan cara klik Snippets > Add New. Kemudian salin kode di bawah ini ke kolom yang tersedia. Jangan lupa untuk mengganti https://domainanda.com/terima-kasih/ dengan URL halaman konversi yang sudah Anda buat.

add_action( 'wp_footer', function () { ?>
<script>
document.addEventListener('wpcf7mailsent', function( event ) {
    location = 'https://domainanda.com/terima-kasih/';
}, false );
</script>  
<?php } );
Menambahkan kode untuk redirect

Dengan menyelesaikan langkah di atas, Anda sudah siap untuk melakukan conversion tracking dengan Google Analytics.

4. Setup Goal di Google Analytics

Untuk melakukan conversion tracking di Google Analytics, Anda harus menentukan tujuan konversi atau goal. Cara setup goal-nya tidak rumit. Bahkan, hanya perlu empat langkah untuk melakukannya.

Pertama, akses pengaturan Google Analytics dan klik Goals.

Conversion tracking - menu Goals Google Analytics

Kedua, klik + New Goal.

Tombol untuk membuat goal baru di Google Analytics

Ketiga, tentukan nama goal. Misalnya Konversi dari Formulir Kontak. Kemudian, pilih Destination sebagai tipe goal-nya. Klik Continue jika sudah.

Menentukan nama dan jenis goal Google Analytics

Terakhir, ketikkan slug URL halaman konversi Anda di kolom Destination. Simpan goal ini dengan klik Save.

Memasukkan URL halaman konversi di setup goal

Dengan demikian, Anda baru saja membuat goal di Google Analytics. Anda bisa mengecek datanya dengan klik Conversions > Goals > Overview di halaman utama Google Analytics.

Halaman overview goals Google Analytics

Baca Juga: Cara Menggunakan Google Analytics

Cara Conversion Tracking Google Ads di WordPress

Tadi Anda sudah membuat formulir kontak di website. Namun, barangkali Anda ingin mendapatkan lebih banyak konversi. Untuk itu, Anda membuat iklan Google Ads untuk mengarahkan traffic ke formulir tersebut.

Nah, konversi yang dihasilkan dari iklan tersebut juga bisa Anda ukur dengan Google Analytics. Caranya sangat mudah jika Anda mengikuti panduan conversion tracking tadi dan sudah setup Google Ads. Sekarang, Anda tinggal menghubungkan Google Analytics dan Google Ads. Caranya:

1. Akses halaman pengaturan Google Analytics. Di tab Admin, klik Google Ads Linking.

Conversion tracking - menu Google Ads Linking

2. Centang checkbox akun Google Ads yang ingin Anda integrasikan dengan Google Analytics dan klik Continue.

Checkbox akun Google Ads

3. Tentukan nama link Anda, lalu nyalakan All Website Data. Simpan pengaturan dengan klik Link accounts.

Menentukan nama link Google Ads

4. Akses Google Ads Anda. Di bagian kanan atas halaman, klik Tools & Settings > Conversions.

Menu conversions di Google Ads

5. Pada halaman selanjutnya, klik tanda + seperti yang ditunjuk oleh anak panah merah di bawah ini.

Tombol untuk menghubungkan Google Analytics dengan Google Ads

6. Klik Import, lalu pilih Google Analytics. Jika sudah, klik Continue.

Mengimpor data Google Analytics ke Google Ads

7. Pilih goal yang Anda buat saat panduan Google Analytics tadi dengan mencentang checkbox di sampingnya. Kemudian, klik Import and Continue.

Memilih data goal Google Analytics untuk diimpor

Kini Anda bisa mengecek konversi yang masuk ke formulir kontak di website Anda melalui iklan Google Ads. Mudah, bukan?

Baca Juga: 7+ Tips Iklan di Google Ads

Cara Conversion Tracking dengan Facebook Pixel di WordPress

Di bagian sebelumnya, Anda sudah melihat contoh konversi dalam bentuk pengisian formulir di website. Nah, bagaimana jika Anda ingin mengarahkan pengguna Facebook untuk mengisi formulir tersebut dan melacak konversinya? Caranya dengan menggunakan Facebook Ads dan Facebook Pixel.

Untuk mempelajari panduan di bagian ini, Anda tentu harus tahu cara menggunakan Facebook Ads. Jadi, jika belum pernah beriklan di Facebook, Anda bisa menyimak artikel panduan Facebook Ads kami terlebih dahulu.

Apabila sudah tidak asing dengan platform beriklan tersebut, Anda bisa langsung belajar cara conversion tracking dengan Facebook Pixel. Langkah-langkah yang akan Anda pelajari adalah:

  1. Setup Facebook Pixel
  2. Menghubungkan Facebook Pixel dengan Website
  3. Menghubungkan Facebook Pixel dengan Facebook Ads

1. Setup Facebook Pixel

Jika sudah memiliki akun Facebook, Anda tinggal mengakses Facebook Events Manager dan login. Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Klik Connect a data source.

Tombol untuk menghubungkan Facebook Pixel dengan website

2. Pilih Web, lalu klik Get Started.

Memilih website sebagai sumber data

4. Pilih Facebook Pixel, lalu klik Connect.

Menentukan-nama-pixel

Setelahnya, Anda akan diberi instruksi untuk menginstal plugin untuk integrasi antara Facebook Pixel dan website. Anda bisa menutup instruksi tersebut karena Anda akan melakukannya secara manual di langkah berikutnya.

2. Menghubungkan Facebook Pixel dengan WordPress

Anda sebetulnya bisa mengintegrasikan Facebook Pixel dengan WordPress dengan menambahkan kode di bagian header website. Namun, cara tersebut cukup rumit jika Anda tidak terbiasa dengan koding. 

Agar lebih mudah, kami menganjurkan Anda untuk menggunakan plugin PixelYourSite.

Conversion tracking - plugin PixelYourSite

Setelah menginstal plugin tersebut, silakan ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Akses halaman utama Facebook Events Manager, lalu salin ID pixel yang baru saja Anda buat.

Conversion tracking - ID Pixel di Facebook Events Manager

2. Kembali ke WordPress dan klik PixelYourSite di sidebar untuk membuka pengaturannya. Pada kolom yang tersedia, masukkan ID pixel Anda. Jika sudah, scroll ke bawah dan klik Save Settings.

Kolom ID Pixel di pengaturan PixelYourSite

3. Klik tab Events di pengaturan PixelYourSite, lalu klik tombol Add yang ada di bagian Events List.

Menambahkan event tracking baru di PixelYourSite

4. Ketik nama event yang Anda inginkan di kolom pada bagian General.

Menentukan nama event tracking di PixelYourSite

5. Ketikkan URL halaman konversi Anda di bagian Event Trigger.

Kolom URL halaman konversi di PixelYourSite

6. Klik menu drop-down di bagian Facebook dan pilih Lead.

Memilih jenis event tracking

7. Klik Save Event. Dengan demikian, Anda berhasil memasang tracking Facebook Pixel di WordPress.

3.Menghubungkan Facebook Pixel dengan Facebook Ads

Cara menghubungkan pixel yang baru saja Anda buat dengan Facebook Ads sangat mudah. 

Ketika Anda membuat iklan di Facebook Ads Manager, buka pengaturan iklannya. Di bagian Tracking, pastikan checkbox Website events Anda centang. Ini memungkinkan Anda untuk melacak konversi yang datang dari iklan tersebut.

Conversion tracking - checkbox event di Facebook Ads Manager

Baca Juga: Jenis Iklan dan Ukuran Banner Facebook Ads

Lakukan Conversion Tracking untuk Optimalkan Pemasaran Anda

Conversion tracking memungkinkan Anda untuk memantau performa campaign pemasaran online. Jika ada yang hasilnya belum sesuai target, Anda bisa mengoptimalkannya.

Nah, di artikel ini Anda sudah belajar menerapkan tracking konversi di WordPress dengan Google Analytics. Selain itu, Anda juga dipandu untuk tracking konversi di WordPress yang datang dari iklan Google Ads dan Facebook Ads.

Selanjutnya, Anda bisa download ebook digital marketing kami dengan klik banner di bawah ini. Harapannya, skill pemasaran online Anda akan menjadi semakin baik setelah membacanya. Selamat membaca!

banner ebook panduan digital marketing



Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here