Apa Itu Domain? Penjelasan Lengkap untuk Pemula

0
51


Dalam dunia internet, mungkin kamu sering bertemu dengan istilah domain. Apa itu domain? Singkatnya, domain merupakan nama untuk mewakili IP address sebuah website yang biasanya berakhiran dengan .com, .co.id, .gov.id, dan sebagainya.

Pengertian Domain

Jadi, apa yang dimaksud dengan domain? Domain adalah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah website dengan nama yang lebih mudah diingat dan diketik dibandingkan IP address yang sangat rumit.

Sebenarnya, semua website yang ada di internet memiliki alamat berupa rangkaian angka yang disebut dengan IP address yang sulit untuk dihafal dan diketik. Domain berfungsi untuk menggantikan IP address tersebut dengan nama yang lebih familiar seperti Dewaweb.com.

Pada contoh tersebut, Dewaweb adalah nama domain yang dipilih dan website yang ingin kamu kunjungi. Sedangkan .com adalah sebuah ekstensi domain yang cocok dengan jenis organisasi/perusahaan.

Jika ingin memiliki nama domain-mu sendiri, kamu perlu mendaftarkannya ke organisasi ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yang berwenang untuk menentukan ekstensi domain yang dapat digunakan.

Pada dasarnya, tidak ada batasan pada nama domain yang ingin digunakan. Hanya saja, kamu tidak dapat menggunakan domain yang telah didaftarkan oleh orang atau organisasi lain.

Cek Nama Domainmu Sekarang

Cara Kerja Domain

Setelah mengetahui apa itu domain dan kegunaannya, mari kita bahas cara kerja domain.

Saat kamu memasukkan sebuah nama domain pada web browser, maka browser tersebut akan mengirimkan sebuah permintaan kepada jaringan server global yang membentuk sistem nama domain (Domain Name System/DNS).

Kemudian, nameserver atau komputer yang berada pada jaringan global tersebut akan mencari letak website yang telah dikaitkan dengan nama domain tersebut.

Server dalam jaringan DNS memiliki nama yang berbeda-beda tergantung dari perusahaan atau organisasi yang mengelolanya. Maka dari itu, server dalam sebuah jaringan DNS disebut juga dengan nameserver yang akan dibahas di bagian lain artikel ini.

Sebagai contoh, jika kamu menggunakan cloud hosting Dewaweb untuk website-mu, maka nameserver yang digunakan adalah:

ns1.dewaweb.com
ns2.dewaweb.com

Setelah browser berhasil menemukan lokasi website yang dikaitkan dengan sebuah nama domain, server tersebut akan mengirimkan data kembali untuk ditampilkan.

Perbedaan Domain dan Hosting

Setelah membahas apa itu domain dan cara kerjanya, sekarang mari kita bahas sedikit tentang perbedaan domain dan hosting.

Pada artikel ini, kamu akan menemui banyak kalimat yang mengandung kata-kata hosting dan domain. Jika kamu belum terlalu familiar dengan dunia pembuatan website, mungkin kedua istilah tersebut sedikit membingungkan. Lalu, apa perbedaan domain dan hosting?

Domain adalah sebuah alamat yang telah ditunjuk untuk mewakili sebuah website. Hosting adalah tempat penyimpanan seluruh file yang dibutuhkan oleh sebuah website.

Agar lebih mudah dipahami, ibaratkan hosting sebagai sebuah perumahan dengan banyak bangunan di dalamnya. Domain adalah alamat sebuah di perumahan tersebut.

Tanpa adanya alamat yang jelas, maka para pengguna internet akan mengalami kesulitan untuk menemukan sebuah website. Maka dari itu, memilih domain yang mudah diingat dan unik sangatlah direkomendasikan.

Baca juga: Perbedaan Server, Domain dan Hosting pada Website

Cara Daftar Domain untuk Website

Cara daftar domain dapat berbeda tergantung penyedia hosting yang ingin kamu pilih. Berikut adalah cara untuk mendaftar domain di Dewaweb:

  1. Periksa ketersediaan nama domain di halaman ini.
  2. Masukkan nama domain yang ingin digunakan, kemudian klik tombol Check.
  3. Akan muncul daftar ekstensi domain yang tersedia beserta harganya.
  4. Aktifkan tanda centang untuk ekstensi yang diinginkan. Jangan lupa pilih durasi pembelian.
  5. Klik Order.
  6. Atur konfigurasi domain. Lalu klik Lanjutkan.
    cara beli domain
  7. Lakukan pembayaran dengan opsi yang diinginkan.
    cara beli domain
  8. Setelah pembayaran terkonfirmasi, domain sudah dapat digunakan.

Apa Perbedaan Domain dan Subdomain?

Jika kamu sudah mengenal domain, maka ada baiknya kamu sedikit mengetahui tentang subdomain. Domain dan subdomain adalah dua elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam proses membuat website. Mari kita gunakan contoh di bawah ini:

blog.nasikucingenak.com

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, dewaweb adalah nama domain dan .com adalah ekstensinya. Pada contoh di atas, terdapat satu bagian lagi (blog.) yang terletak di depan nama  domain. Inilah yang disebut dengan subdomain.

Dengan kata lain, subdomain adalah nama turunan yang menjadi bagian dari sebuah domain untuk menunjukkan satu bagian spesifik dari sebuah website. Pada contoh di atas, bagian yang dirujuk dari subdomain adalah blog.

Penggunaan subdomain bertujuan untuk memisahkan konten subdomain tersebut dari konten utama website. Selain itu, search engine juga menganggap subdomain sebagai situs terpisah yang tidak terhubung dengan domain utama kamu.

Domain Name System & Nameserver

Untuk menghubungkan sebuah domain dengan layanan hosting, kamu perlu bantuan sebuah jaringan bernama Domain Name System (DNS).

Domain Name System (DNS) adalah sebuah jaringan database yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain (contoh: dewaweb.com) menjadi IP address dan sebaliknya.

DNS sendiri terdiri dari beberapa jenis record agar dapat berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah beberapa jenis DNS record dan penjelasannya:

  • NS Record: Berisi nama server dalam sebuah entri DNS
  • A Record: Menyimpan IP address milik sebuah domain
  • PTR Record: menyediakan nama domain dalam reverse-lookup
  • CNAME Record: Meneruskan sebuah domain atau subdomain menuju domain lain
  • TXT Record: File berisi catatan dan informasi berupa teks
  • SOA record: Menyimpan informasi administrasi terkait sebuah domain

File DNS seperti yang ada pada daftar di atas tentunya perlu disimpan pada sebuah komputer. Komputer untuk menyimpan file DNS tersebut pada umumnya disebut dengan nameserver.

Nameserver (NS) adalah nama unik yang digunakan untuk sebuah server penyimpanan database DNS yang berisikan informasi IP address server hosting yang telah ditentukan.

Jenis-Jenis dan Tipe Domain

Setelah paham betul tentang apa itu domain, bagaimana cara kerjanya, serta perbedaan domain dan hosting, sekarang kita akan membahas tentang jenis dan tipe domain. Ada tiga jenis domain yang paling sering digunakan, yaitu top level domain, second level domain, dan third level domain. Apa saja dan bagaimana penjelasan mengenai jenis-jenis domain ini?

1. Top Level Domain (TLD)

Top level domain (TLD) adalah ekstensi yang terdapat di akhir nama sebuah domain. Contohnya, dalam nama domain www.dewaweb.com, ekstensi .com itulah yang disebut dengan Top Level Domain. TLD merupakan ekstensi yang sangat populer karena lebih mudah diingat dan dikenal.

Penggunaan TLD untuk sebuah website juga dapat meningkatkan peringkat pada hasil mencarian di search engine Google. TLD sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Generic Top Level Domain (gTLD)

Generic Top Level Domain (gTLD) adalah domain berupa ekstensi umum tanpa identifikasi lokasi, jenis organisasi, atau tujuan kepemilikan website.

Beberapa jenis ekstensi gTLD yang populer adalah sebagai berikut:

  • .com: untuk website dengan keperluan komersial.
  • .biz: digunakan untuk website bisnis.
  • .org: digunakan untuk website organisasi.
  • .edu: mengidetifikasikan website milik instansi pendidikan.

Kelebihan domain gTLD:

Domain gTLD memiliki beberapa kelebihan yang menjadi alasan kepopulerannya:

  • Ekstensi populer dan mendunia, sehingga mudah dikenali.
  • Proses pendaftaran domain cepat dan mudah.
  • Harga relatif murah dibanding ekstensi lain.

Kekurangan domain gTLD:

Karena sifatnya yang generik dan mudah untuk diakses, domain gTLD memiliki beberapa kekurangan:

  • Pencarian nama domain sangat kompetitif karena semua orang dapat mendaftarkannya.
  • Risiko digunakan untuk phishing atau aktivitas ilegal lainnya tinggi, karena proses pendaftaran tidak perlu menyerahkan identitas.

Country Code Top Level Domain (ccTLD)

Country Code Level Domain (ccTLD) adalah domain yang menunjukkan identitas negara dan mengidentifikasikan bahwa konten website tersebut ditujukan untuk masyarakat dari negara tersebut.

Domain ccTLD pada umumnya berakhiran dengan inisial negara seperti .id, .sg, .au, .cn, dan sebagainya. Selain nama negara, ccTLD juga memiliki beberapa variasi berdasarkan jenis organisasi yang menggunakannya:

  • .ac.id: mengidentifikasikan lingkungan atau lembaga akademik tingkat perguruan tinggi.
  • .co.id: menunjukkan organisasi komersial atau perusahaan.
  • .sch.id: domain khusus untuk website sekolah.
  • .web.id: digunakan oleh organisasi atau perorangan.
  • .go.id: domain khusus untuk instansi pemerintahan.

Kelebihan domain ccTLD

ccTLD juga memiliki beberapa kelebihan, berikut adalah beberapa keunggulan dari domain ccTLD:

  • Memperjelas negara asal sebuah website dan pemilik (pembelian domain ccTLD waji menggunakan kartu identitas atau paspor)
  • Memiliki reputasi yang baik karena potensi digunakan untuk penipuan kecil.
  • Pilihan nama domain yang lebih banyak.
  • Lebih efektif untuk menjangkau pasar dalam negara domain tersebut (domain .id akan lebih diutamakan untuk pencarian dari Indonesia, dsb).`

Kekurangan domain ccTLD

Selain kelebihan, domain ccTLD juga memiliki beberapa kekurangan:

  • Spesifik ke satu negara, sehingga sulit untuk menjangkau pasar internasional.
  • Prosedur pendaftaran lebih rumit dibanding domain .com.
  • Pada beberapa kasus, harga domain ccTLD sedikit lebih mahal dibanding ekstensi lain.

Premium Top Level Domain

Premium TLD merupakan serangkaian ekstensi domain yang bersifat lebih spesifik dalam menunjukkan organisasi atau konten yang ada pada website tersebut. Tentunya premium TLD ini biasanya digunakan oleh organisasi-organisasi besar dalam industri tertentu agar lebih mudah dikenali.

Domain yang termasuk dalam premium TLD antara lain:

  • .accountants
  • .auto
  • .investments
  • .cars
  • .movie
  • .security
  • dan sebagainya

Kelebihan Premium TLD

  • Lebih spesifik dalam penamaan website.
  • Alternatif untuk domain yang telah digunakan pihak lain.
  • Dapat digunakan untuk memperkuat branding perusahaan.

Kekurangan Premium TLD

  • Relatif lebih mahal dibanding jenis TLD lain.
  • Jenis ekstensi kurang familiar dibanding gTLD.

2. Second Level Domain (SLD)

Jenis domain selanjutnya adalah Second Level Domain, biasa disebut juga dengan SLD. SLD merujuk pada nama instansi, organisasi, atau nama pilihan yang digunakan. Dari contoh nama domain dewaweb.com, nama “dewaweb” itulah yang menjadi Second Level Domain.

Jika kamu ingin membuat website yang sukses, ada beberapa kriteria SLD yang seperti mudah diingat, diketik, dieja, dan berkaitan dengan topik/industri website tersebut.

3. Third Level Domain 

Secara umum Third Level Domain atau 3LD ini adalah nama domain yang kamu berikan di bagian awal sebuah nama domain, lebih tepatnya di depan SLD.

Misalnya, pada sebuah domain “blog.dewastore.com”, maka bagian “blog” inilah yang disebut dengan Third Level Domain.

Dengan kata lain, 3LD ini adalah subdomain seperti yang sudah dibahas di bagian awal artikel ini. Nama tersebut bisa dibuat sesuai kebutuhan setelah kamu memiliki SLD.

Addon Domain dan Parking domain

Jika kamu pernah menggunakan layanan web hosting, mungkin kamu sering membaca dua istilah ini pada halaman cPanel. Lalu, apa yang dimaksud addon domain dan parking domain?

Addon Domain

Addon domain adalah sebuah nama domain yang ditambahkan setelah kamu memiliki sebuah domain utama. Berbeda dengan subdomain yang masih menjadi bagian dari domain utama, addon domain merupakan domain independen dengan konten yang berbeda dan terpisah dari domain utama.

Meskipun demikian, pengunjung website tidak dapat mengetahui secara sekilas bahwa kedua domain tersebut ada pada sebuah server yang sama.

Parking Domain

Parking domain atau parked domain merupakan nama domain lain yang diarahkan menuju domain utama. Konsep ini mirip dengan redirection, tetapi ada sedikit perbedaan antara parking domain dan redirection.

Misalnya, kamu memiliki website bernama nasikucing.com dan membeli domain lain bernama nasikucing.id.

Proses redirection adalah ketika kamu mengarahkan pengunjung nasikucing.id menuju domain nasikucing.com sebagai domain utama. Sedangkan proses parking domain adalah menampilkan konten nasikucing.com pada halaman nasikucing.id, sehingga pengunjung tidak perlu memuat ulang halaman website.

Simpulan

Jadi, apa itu domain?

Domain adalah nama yang diberikan untuk sebuah website dengan fungsi untuk menggantikan IP address, sehingga pengguna dapat mengaksesnya dengan lebih mudah. Dengan adanya nama domain, maka kamu dapat mengingat dan mengetik nama sebuah website dengan lebih mudah tanpa perlu menghafalkan IP address yang sangat rumit.

Untuk menggunakan sebuah domain untuk website, kamu perlu mendaftarkannya ke organisasi ICANN. Agar proses pendaftaran domain lebih mudah dan murah, pilihlah layanan penyedia domain dari Dewaweb dengan berbagai ekstensi domain tersedia untuk dipilih.

Jika kamu telah membeli domain dari penyedia lain, proses transfer domain ke Dewaweb juga sangat mudah. Tim Ninja Support 24/7 Dewaweb juga akan selalu siap membantu kapan saja. Jadi, tak perlu khawatir tentang kesulitan teknis.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu memahami tentang apa itu domain dan subdomain, cara mendaftar domain, jenis-jenis domain, dan istilah lain yang terkait. Salam sukses online!





Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here