Mengupas Fakta di Balik Penyebab ISP Indihome yang Lambat

0
99


Jika kamu menggunakan penyedia layanan internet (ISP) Telkom Indihome, mungkin kamu dipusingkan dengan masalah koneksi ketika mengakses konten di website tertentu. Koneksi ISP Indihome kadang terasa lambat atau seringkali tidak dapat digunakan. Penyebab ISP Indihome lambat atau lemot bahkan semakin sering terjadi ketika PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dimulai.

Kami di Dewaweb juga sering dipusingkan dan sudah lelah oleh masalah ini. Banyak pelanggan kami yang menggunakan ISP Telkom Indihome, dan seringkali mereka kesulitan untuk mengakses website mereka yang ada di server Dewaweb di Indonesia tanpa tahu penyebabnya.

Di artikel kali ini saya akan mengupas beberapa fakta yang semoga bisa membantu masyarakat Indonesia lebih pintar dan kritis supaya tidak dibodohi terus. Ada tiga penyebab utama kenapa akses ISP Indihome lambat atau lemot.

Baca Juga: 6 Cara Mudah untuk Cek Kecepatan Internet di HP dan PC

Penerapan Fair Usage Policy (FUP)

Telkom Indihome menerapkan Fair Usage Policy (FUP) atau limit kuota sesuai paket yang dipilih. Ketika pemakaian sudah mencapai limit, maka kecepatan internet akan diturunkan (throttling). Inilah penyebab pertama mengapa koneksi internet dan WiFi Indihome lemot.

Penjelasan Telkom Indonesia mengenai Fair Usage Policy ada di press release ini:

Untuk menjaga kualitas layanan dan memberikan kenyamanan kepada pelanggan IndiHome, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menerapkan Fair Usage Policy (FUP). VP Corporate Communication Arif Prabowo menjelaskan, Telkom telah memberlakukan FUP pada layanan Indihome. “Penerapan kebijakan ini dimaksudkan untuk melindungi normal user dari pemanfaatan pemakaian berlebihan oleh heavy user,” ujar Arif.

Jika memang penerapan FUP ini bagus, mengapa hanya Telkom yang menerapkan aturan ini? Sedangkan ISP besar lain di Indonesia (seperti Biznet, FirstMedia, dan CBN) dan ISP luar negeri tidak menggunakan FUP?

Apabila kamu pernah berkunjung ke Singapore, Jepang, atau Hong Kong, mungkin kamu merasa iri terhadap kecepatan koneksi internet mereka yang bisa mencapai 100 Mbps atau lebih di hotel atau kantor yang memasang ISP. Kira-kira, apa yang membedakan kecepatan internet kita dengan di luar negeri?

Silakan pertimbangkan sendiri jawabannya dan tinggalkan komentar di bawah.

Beberapa tahun lalu, ketika saya masih menggunakan Indihome fiber untuk akses internet, saya mencoba mengakses salah satu situs milik saya sendiri. Saya terkejut dengan munculnya iklan popup salah satu marketplace di Indonesia. Ketika ditelusuri, saya menemukan bahwa koneksi internet saya telah disusupi adware, yaitu malware canggih yang mengirimkan iklan ke perangkat.

Setelah saya mengganti koneksi internet dengan yang lain, saya mencoba kembali untuk mengakses situs yang sama, dan popup iklan sudah tidak muncul. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata jaringan Telkom Indihome mengandung malware bernama Wonderlandads. Silakan cek koneksi kamu dan pastikan jangan sampai ada malware ini.

Beredarnya malware ini di jaringan Telkom Indihome tentunya akan menyedot bandwidth dalam jumlah besar yang akan memengaruhi kecepatan jaringan, sehingga menurunkan kecepatan koneksi internetnya. Tapi ada penyebab lain yang lebih serius di bawah ini…

Baca Juga: 5 Cara Penting Melindungi Website dari Serangan Hacker

Koneksi Telkom ke OpenIXP dan IIX Sudah Penuh/Overload/Saturated/Bottleneck

Koneksi yang sudah penuh/overload/saturated adalah penyebab utama lambatnya koneksi ISP Indihome, dan isu ini memerlukan penanganan cepat.

OpenIXP (IDC Duren Tiga) dan IIX (Gedung Cyber 1, Kuningan) adalah dua lokasi Internet Exchange terbesar di Indonesia.

Hampir semua ISP dan penyedia konten di Indonesia terhubung ke Internet Exchange dengan tujuan menghemat biaya network dan meningkatkan kecepatan. Internet Exchange juga membantu mengurangi latency yang dibutuhkan untuk transfer konten, sehingga proses routing tidak memerlukan terlalu banyak hops dan dapat langsung interkoneksi.

Setiap ISP yang ada di Internet Exchange akan berlangganan port network dengan kapasitas beragam, mulai dari 1 Gbps hingga lebih dari 100 Gbps. Besarnya port network yang disewa biasanya disesuaikan dengan jumlah pelanggan dan pemakaian bandwidth. Ketika pemakaian bandwidth ini mendekati kapasitas port, sudah seharusnya ISP melakukan upgrade kapasitas port.

Pada umumnya, upgrade kapasitas port dilakukan untuk menghindari terjadinya bottleneck dan packet loss. Ibarat jalan raya, terjadi kemacetan panjang karena lebar jalan tidak sanggup melayani jumlah mobil yang lewat.

Baca Juga: Kenapa Website Kamu Lambat? Cek Cara Mempercepat Website Berikut

Telkom adalah salah satu telco terbesar yang memiliki lebih dari 70% pasar untuk koneksi internet di Indonesia. Namun, mereka hanya memiliki port dengan kapasitas 40 Gbps di OpenIXP dan 2 x 10 Gbps di IIX. Mari kita intip berapa besar pemakaian bandwidth Indihome yang merupakan ISP terbesar di Indonesia ini.

Telkom Port at OpenIXP (40 Gbps)

Berdasarkan grafik MRTG (Monitoring Router Traffic Grapher) yang tercatat di Internet Exchange OpenIXP berikut, terlihat jelas bahwa pemakaian port Telkom sebenarnya sudah mencapai kapasitas 40 Gbps sepanjang hari, kecuali antara jam 10 malam hingga 6 pagi.

Telkom Port #1 at IIX (10 Gbps)

Selanjutnya adalah pencatatan grafik MRTG di IIX berikut, terlihat bahwa pemakaian port 1 (10 Gbps) sudah mencapai kapasitas 10 Gbps sepanjang hari di peak hours, antara jam 8 pagi hingga 10 malam.

penyabab indihome lelet lambat pemakaian bandwidth di iix port 1

Telkom Port #2 at IIX (10 Gbps)

Berikut ini adalah grafik MRTG untuk port 2 (backup) Telkom di IIX. Link backup Telkom di IIX sepertinya jarang dipakai, terlihat di sini pemakaian masih rendah sekali. Tidak tahu juga alasannya kenapa.

penyabab indihome lelet lambat pemakaian bandwidth di iix port 2

Data di atas diambil pada hari Senin, 7 Juni 2021, bertepatan dengan pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) untuk wilayah DKI Jakarta. Tidak heran jika banyak sekali peserta yang mengeluh lambatnya akses ke situs PPDB. Banyak artikel di media mengatakan Pemprov dan Disdik DKI menjelaskan penyebabnya adalah server mereka yang overload atau lambat.

Padahal, seperti yang bisa kita lihat, penyebab utamanya adalah kapasitas port Telkom di OpenIXP dan IIX yang sudah penuh. Bagaimana tidak, mayoritas peserta di Jakarta kemungkinan besar menggunakan koneksi internet dari Telkom Indihome maka tak heran jika mereka mengeluhkan internet yang lemot.

Inilah juga sebenarnya alasan dibalik penerapan Fair Usage Policy (FUP) untuk pengguna Indihome, yaitu tujuannya supaya menghemat penggunaan port ini. Kalau tidak di-throttling dengan mekanisme FUP maka penggunaan port Telkom pasti melonjak lebih drastis lagi, di mana ini adalah hal yang wajar karena Telkom menguasai mayoritas market share ISP di Indonesia. Untuk ukuran Telkom, seharusnya menyediakan minimal multiple 100 Gbps ports untuk melayani interkoneksi semua pelanggannya dengan lancar via OpenIXP dan IIX.

Kebergantungan masyarakat Indonesia terhadap Telkom sudah sangat tinggi dan dampak kerugian yang ditimbulkan dari sini juga semakin besar (catastrophic). Bayangkan dampaknya terhadap pengguna Telkom yang kesulitan mengakses layanan banking, rumah sakit, atau e-commerce karena bottleneck ini. Sekalipun mereka berlangganan Indihome 100 Mbps pun kalau semuanya lewat OpenIXP dan IIX di mana kapasitas port-nya sudah penuh seperti gambar di atas, speed 100 Mbps itu pun menjadi percuma alias tidak ada gunanya. Dampak kerugian secara bisnis juga sangat besar karena semua pemilik website dan aplikasi yang ada di datacenter lokal pasti kena complain dari pelanggannya yang menggunakan Indihome, karena semua traffic mereka pasti lewat port Telkom di OpenIXP dan IIX ini.

Lucunya ketika pelanggan menghubungi hotline Telkom 147 biasanya diminta untuk restart modem atau test akses ke Google atau YouTube apakah lancar. Ya jelas saja lancar, karena network mereka ada di luar negeri dan tidak lewat OpenIXP/IIX. Coba minta mereka akses ke content provider lokal seperti Detik, Kompas, Internet Banking, dll, semuanya yang lewat OpenIXP/IIX pasti lemot luar biasa. Semoga artikel ini bisa membantu pelanggan Telkom Indihome menjadi lebih pintar dan kritis ketika menghubungi Telkom 147.

Apakah penjelasan ini masuk akal? Silakan tinggalkan komentar di bawah.

Baca Juga: Internet of Things: Panduan Lengkap

Simpulan

Tak hanya memberi informasi kenapa Indihome lemot, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia sama-sama memohon kepada ISP Telkom Indonesia  ini untuk segera melakukan upgrade kapasitas port mereka di OpenIXP dan IIX ke minimal 100 Gbps. Hal ini demi kelancaran program Revolusi Industri 4.0 dan Literasi Digital Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dan Kominfo.

Alasan ini sejalan juga dengan semangat UUD 1945 pasal 33 bahwa “sumber daya alam (termasuk akses Internet) yang dikuasai oleh negara (BUMN) juga harus dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Silahkan kirimkan info ke hotline Telkom 147, Twitter, email support, dan juga share artikel ini ke teman-teman netizen yang lain. Semoga artikel ini bermanfaat.





Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here